EtIndonesia. Dahulu kala, ada seorang pemburu muda yang terkenal dengan keahliannya menembak. Namun, meski bidikannya selalu tepat, dia hampir tidak pernah berhasil menangkap seekor angsa liar pun. Frustrasi dengan hal itu, dia pun meminta nasihat dari seorang tetua bijak.
Sang tetua membawanya ke sebuah rawa penuh dengan angsa liar yang sedang beristirahat di antara rumpun alang-alang.
Dia menunjuk seekor angsa yang berdiri paling tinggi, lalu berkata: “Lihatlah angsa itu. Dia adalah penjaga. Kita menyebutnya ‘hamba angsa’. Tugasnya adalah mengawasi situasi. Begitu ada bahaya, dia akan memberi peringatan pada kawanan. Karena itulah, mendekati kawanan angsa hampir mustahil. Tapi aku tahu caranya. Sekarang, sengaja buat penjaga itu terkejut—lalu bersembunyilah tanpa bergerak.”
Pemburu muda pun menuruti saran itu. Begitu dia muncul, angsa penjaga langsung bersuara lantang memberi peringatan. Seluruh kawanan angsa panik, berhamburan terbang menjauh. Namun, setelah memastikan tidak ada bahaya nyata, mereka kembali lagi ke tempat semula.
Sang tetua meminta pemburu itu mengulanginya beberapa kali. Setiap kali angsa penjaga memberi peringatan, kawanan angsa terbang, namun selalu kembali karena tidak menemukan ancaman.
Akhirnya, kawanan angsa mulai kehilangan kepercayaan. Mereka merasa angsa penjaga telah berulang kali memberikan alarm palsu. Rasa kesal pun menumpuk, hingga mereka menyerangnya. Angsa penjaga itu dipatuk hingga penuh luka, namun tetap berdiri di tempatnya.
Saat itulah sang tetua berkata pelan: “Sekarang, kamu bisa mendekati mereka dengan bebas.”
Pemburu muda pun berjalan masuk ke rawa tanpa hambatan. Angsa penjaga memang melihatnya, tetapi karena sudah kehilangan wibawa di mata kawanan, dia tidak lagi memberi peringatan. Pemburu pun dengan mudah mengangkat senapannya…
Pesan yang bisa direnungkan:
Sering kali tragedi berawal dari sini: orang yang setia justru disalahpahami. Dan mereka yang disalahpahami akhirnya menyerah.
Ketika kesetiaan tidak lagi dipercaya, yang hancur bukan hanya si penjaga, tetapi juga seluruh kelompok yang seharusnya dilindunginya. (jhn/yn)


