Setelah Polandia, Kini Rumania Diserang Drone Rusia – NATO Balas dengan Operasi Eastern Sentinel

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Rumania melaporkan sebuah insiden serius ketika sebuah drone buatan Rusia menerobos masuk ke wilayah udara Rumania saat Moskow melancarkan serangan terhadap infrastruktur Ukraina.

Insiden di Rumania – 13 September 2025

Drone tersebut terdeteksi radar ketika melintas di wilayah Tenggara, khususnya sekitar daerah Tulsi. Rumania segera mengerahkan dua jet tempur F-16 dan mengeluarkan peringatan darurat bagi warga. Namun, drone itu menghilang dari pantauan sebelum sempat menimbulkan ancaman langsung terhadap permukiman penduduk.

 Ini merupakan kali kedua dalam sepekan setelah insiden di Polandia pada 10 September 2025, wilayah NATO kembali dilanggar drone Rusia.

Respons NATO: Operasi Eastern Sentinel – 13 September 2025

Sebagai tanggapan atas serangan ke Ukraina dan pelanggaran udara di Polandia serta Rumania, NATO mengumumkan peluncuran operasi militer besar dengan sandi Eastern Sentinel pada 13 September 2025 guna memperkuat pertahanan sayap timurnya. Denmark, Prancis, Inggris, dan Jerman memastikan partisipasi dengan pengerahan pasukan dan peralatan tempur.

 Jerman menegaskan kesiapan Brigade Infanteri Lapiz Baja ke-37 yang telah disiagakan di Lituania sejak Mei 2025, dengan 2.000 personel dan 1.000 unit kendaraan, untuk merespons cepat setiap ancaman Rusia.

Pertempuran di Garis Depan

  • Red Army Village – 12 September 2025: Pasukan Ukraina kembali mengepung ratusan tentara Rusia di sisi utara desa tanpa jalur mundur. Panglima Ukraina Oleksandr Syrskyi memimpin langsung operasi dan meninjau sektor Dobropillia.
  • Sume – 12 September 2025: Serangan besar Rusia yang diluncurkan beberapa bulan lalu resmi dipatahkan. Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan empat brigade Rusia dipaksa ditarik untuk diperbantukan ke Donbas, melemahkan potensi serangan dari arah Sume.

Situasi di Kharkiv – 12–13 September 2025

Di Kharkiv, Rusia terus berusaha menembus garis pertahanan melalui Sungai Oskil dekat Kupiansk, termasuk lewat pipa gas dan jaringan gorong-gorong. Namun seluruh upaya berhasil digagalkan.
Di Vovchansk, pada 13 September 2025, pasukan Ukraina kini membersihkan sisa posisi Rusia, menghancurkan ladang ranjau TM-62, dan menekan garis lawan dengan serangan darat.

Serangan Balasan Ukraina – 13 September 2025

  • Zaporizhzhia: Angkatan Laut Ukraina melancarkan serangan presisi menggunakan bom kendali ASM Hammer yang menghantam markas komando Rusia, menghancurkan gudang senjata dan pusat kendali.
  • Sevastopol, Laut Hitam: Pangkalan penelitian ke-184 Rusia terkena serangan, sementara Marinir Ukraina menyerbu konvoi logistik Rusia dan membakar pos perbekalan mereka.

Kerugian Rusia di Dalam Negeri

  • Moskow – 13 September 2025, dini hari: Jet tempur Su-35/Su-30 jatuh di dekat Bandara Kubinka. Pilot berpangkat kolonel dilaporkan kritis. Dugaan kuat mengaitkannya dengan meningkatnya aktivitas drone Ukraina.
  • Leningrad – 13 September 2025: Pelabuhan minyak utama Rusia di Primosk terbakar setelah diserang, menghentikan operasi ekspor. Dua kapal tanker bayangan Rusia, Kustov dan Caiyun, rusak parah.

Sanksi dan Tekanan Global – 14 September 2025

Inggris menjatuhkan sanksi baru terhadap 27 perusahaan Rusia dan 70 kapal tanker. Reuters mencatat bahwa serangan Ukraina yang menghancurkan lebih dari 50 kilang minyak Rusia dalam dua bulan terakhir menurunkan kapasitas pengolahan hingga 35%.

Dukungan Barat dan Peran Trump

  • 14 September 2025 – Inggris: Mengumumkan bantuan senilai £142 juta (Rp2,7 triliun) untuk Ukraina, termasuk £42 juta guna memperkuat jaringan listrik dan infrastruktur energi. Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, datang ke Kyiv bersama delegasi penting, termasuk Pangeran Harry.
  • 15 September 2025 – Amerika Serikat: Presiden Donald Trump mengirim surat terbuka ke seluruh negara NATO. Ia siap memberlakukan sanksi besar terhadap Rusia bila NATO sepakat menghentikan impor minyak Rusia. Trump juga menggulirkan wacana tarif 50–100% terhadap produk Tiongkok.

Ketegangan Politik di Eropa

  • 11 September 2025 – Hungaria: PM Viktor Orbán menyebut insiden drone Rusia di Polandia sebagai “hal yang sudah diperkirakan” akibat keterlibatan Warsawa dalam perang. Pernyataan itu memicu protes keras dari Polandia.
  • 12–13 September 2025 – Polandia & Baltik: Polandia bersama tiga negara Baltik menutup sebagian besar jalur penerbangan dari Rusia dan Belarusia. NATO menambah kekuatan udara dengan mengerahkan jet tempur Rafale (Prancis) dan Typhoon (Jerman) ke Polandia timur.

📌 Kesimpulan:

Dalam periode 10–15 September 2025, perang Rusia–Ukraina makin menjalar ke wilayah NATO. Insiden drone di Polandia (10 September) dan Rumania (13 September) menjadi titik eskalasi baru yang mendorong NATO meluncurkan operasi Eastern Sentinel. 

Di sisi lain, Ukraina terus menekan dengan serangan balasan, sementara Rusia menghadapi kerugian besar baik di garis depan maupun di dalam negeri. Tekanan internasional, termasuk sanksi tambahan dan ancaman Trump, semakin mempersempit ruang gerak Moskow. (***)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine