Sebuah Toko Ikan yang Terkenal di Seluruh Dunia

EtIndonesia. Di Seattle, Amerika Serikat, ada sebuah toko ikan yang berbau amis seperti umumnya pasar ikan. Namun, toko ini selalu ramai dikunjungi pelanggan. Bahkan para CEO perusahaan Fortune 500 dan tokoh politik terkenal pun sering datang ke sana. Mengapa bisa begitu?

Jawabannya sederhana: karena semangat dan antusiasme.

Toko ini bernama “Pike Place Fish Market”. Dahulu, toko ini sama saja seperti kios ikan lain di pasar Merlin atau toko daging di Chaoyang Street. Ada namanya, tapi tidak terkenal. Hingga akhirnya, seorang pemilik baru bernama John mengambil alih. Dia bertekad untuk mengubah keadaan: bukan hanya sekadar mencari untung, tapi juga membuat toko ini dikenal luas.

Langkah pertama, John mengubah tampilan toko. Dia mengganti celemek kerja para pegawai dari warna kusam menjadi merah terang yang mencolok. Lalu, dia juga memperbaiki cara pegawainya berjualan. Biasanya, para penjual ikan bekerja dengan wajah datar, dingin, dan nyaris tanpa ekspresi. John pun menemukan ide baru: “metode panggilan” dalam berjualan.

Contohnya, ketika seorang pegawai selesai menimbang dan membungkus ikan, dia akan berseru keras:

·        “Seekor salmon besar ini akan pulang bersama ibu cantik ini!”

·        “Enam ekor kepiting ini akan masuk ke dalam kantong bapak ini!”

Ketika toko ramai, suara teriakan ini bersahut-sahutan. Orang yang lewat pun penasaran, lalu berhenti sejenak untuk melihat. Banyak dari mereka yang tadinya hanya ingin menonton akhirnya ikut membeli.

Lebih dari itu, para pegawai yang tadinya bekerja dengan wajah kaku, kini menjadi lebih bersemangat dan penuh senyum. Banyak di antara mereka bahkan sudah bertahan bekerja di sana hingga lebih dari 15 tahun.

Para pakar sumber daya manusia kemudian menganalisis fenomena ini. Dalam sebuah organisasi, berlaku apa yang disebut prinsip “2 : 6 : 2.”

·        20% orang secara alami penuh antusiasme,

·        20% lainnya memang cenderung dingin dan pasif,

·        sementara 60% sisanya berada di zona tengah—mereka bisa terpengaruh menjadi antusias, atau sebaliknya menjadi apatis.

Daya saing dan kekuatan sebuah perusahaan ditentukan oleh ke arah mana kelompok 60% ini tertarik.

Tak heran, banyak CEO perusahaan besar dunia rela datang langsung ke Pike Place Fish Market untuk belajar. Mereka ingin tahu bagaimana toko ikan kecil dengan luas hanya sekitar 30 meter persegi, mampu meningkatkan keuntungannya lebih dari 10 kali lipat dalam 10 tahun.

Kesimpulan mereka hanya satu: rahasianya ada pada semangat.

Dalam teori ilmu perilaku, kemampuan manusia dibagi menjadi lima kategori. Yang paling mudah dilatih adalah pengetahuan dan keterampilan teknis. Namun, yang paling sulit dilatih adalah semangat dan antusiasme.

Pesan yang bisa direnungkan:
Semangat dan antusiasme adalah energi yang menular. Ia mampu mengubah wajah bisnis kecil menjadi legenda dunia. Bukan sekadar apa yang dijual, tapi bagaimana menjualnya yang menentukan keberhasilan.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine