Populasi Tiongkok Banyak yang Hilang, Pengambilan Sampel DNA oleh Aparat Picu Kecurigaan

Beberapa tahun terakhir, banyak remaja, anak-anak, praktisi Falun Gong, serta warga etnis minoritas di Xinjiang di Tiongkok yang hilang secara misterius. Baru-baru ini, beredar kabar di internet bahwa sebuah kantor polisi di Tiongkok mewajibkan seluruh pria di wilayahnya menyerahkan sampel darah DNA. Tujuan di balik tindakan ini menimbulkan kecurigaan besar.

Putin pernah berkata: “Seiring perkembangan bioteknologi, organ manusia bisa terus ditransplantasikan, bahkan manusia bisa semakin muda, bahkan hidup abadi.”

Pemimpin PKT, Xi Jinping, juga mengatakan: “Diperkirakan, pada abad ini, manusia mungkin bisa hidup sampai usia 150 tahun.”

EtIndonesia. Pada 3 September 2025 lalu, saat parade militer di Beijing, siaran langsung media corong Partai Komunis Tiongkok (PKT), CCTV tanpa sengaja merekam percakapan Xi Jinping dengan Putin tentang transplantasi organ. Hal tersebut membuat dunia luar merinding.

“Dalam percakapan santai antara pemimpin Rusia dan PKT, mereka bisa begitu enteng membicarakan soal organ. Itu justru membuka kedok kejahatan negara yang selama ini mati-matian disembunyikan oleh PKT. Tidak heran jika hal ini langsung meledak di opini publik dunia,” ujar Kolumnis Epoch Times, Wang He. 

Baru-baru ini, sebuah tangkapan layar dari pemberitahuan “Kantor Polisi Chengbei” di Tiongkok menyebar luas di internet. Pemberitahuan itu mewajibkan “semua pria yang berstatus penduduk di Kota Wanxing” untuk berkumpul di pusat layanan properti pada 14 September pagi, guna melakukan pengambilan sampel darah DNA.

Dalam pemberitahuan disebutkan bahwa hal itu dilakukan demi “memberantas perdagangan manusia” dan “identifikasi orang hilang atau mencari keluarga”. Namun, alasan ini memicu meluasnya keraguan.

 “Setiap kali Partai Komunis ingin berbuat jahat, mereka selalu membungkusnya seolah demi kebaikan, untuk menipu masyarakat. Kalau benar-benar peduli terhadap keamanan sosial dan perdagangan anak, seharusnya tingkat anak hilang di Tiongkok tidak setinggi itu,” kata Mantan kepala Departemen Akupunktur Rumah Sakit Pengobatan Tiongkok, David Xu. 

Tahun lalu, organisasi yang berbasis di New York, Human Rights Watch, melaporkan adanya praktik “pengumpulan DNA dalam skala besar dan pembangunan basis data” di Tiongkok. Diperkirakan, basis data DNA nasional di Tiongkok telah mencatat lebih dari 140 juta sampel DNA. Organisasi itu memperingatkan bahwa hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak asasi manusia.

Pakar dari Dewan HAM PBB menyerukan agar dilakukan penyelidikan lintas negara, dan menekankan bahwa “basis data DNA berskala besar ini bisa menjadi fondasi bagi praktik penghilangan paksa dan perdagangan organ.”

Menurut Buku Putih Populasi Hilang di Tiongkok yang dirilis oleh China Social Assistance Research Institute bersama proyek Toutiao Xunren, pada tahun 2020 jumlah orang hilang di Tiongkok mencapai 1 juta jiwa. Banyak pihak menilai angka sebenarnya jauh lebih tinggi.

Pada awal Juli tahun ini, Daily Telegraph Inggris melaporkan, mengutip data organisasi HAM internasional End Transplant Abuse in China, bahwa PKT berencana membangun 6 pusat medis baru dengan fasilitas transplantasi organ di Xinjiang hingga tahun 2030, termasuk 4 pusat di ibu kota Urumqi.

“Ini jelas bukan karena kebutuhan medis. Ini adalah ekspansi strategi PKT dalam transplantasi organ hidup, yang di baliknya tersembunyi kejahatan serius terhadap kemanusiaan, bahkan genosida,” ujar Wakil Ketua Aliansi Demokratik Tiongkok, Sheng Xue. 

Pada 13 September, World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong  (WOIPFG) merilis laporan investigasi yang menyebutkan bahwa sejak 1999, setelah PKT memulai penganiayaan terhadap Falun Gong, industri transplantasi organ di Tiongkok berkembang pesat. Banyak praktisi Falun Gong yang menjadi korban pengambilan organ hidup, sehingga terbentuk rantai industri besar dalam negeri. 

Sejak 2017, transplantasi organ anak di Tiongkok juga meningkat tajam, bahkan transplantasi hati anak di Tiongkok kini menempati peringkat pertama di dunia.

Laporan itu juga menyebutkan, banyak pusat transplantasi di Tiongkok melakukan transplantasi organ anak dalam jumlah besar. Ada indikasi bahwa bayi baru lahir dijadikan seperti “mesin produksi organ”. Hal ini kemungkinan besar terkait dengan ambisi PKT untuk memenuhi target umur panjang “150 tahun” bagi pejabat tinggi mereka.

Menurut laporan China National Radio pada 2013, setiap tahun sekitar 200 ribu anak hilang di Tiongkok, namun yang berhasil ditemukan kembali hanya 0,1%. (***)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine