Lagi, Coast Guard Tiongkok Tembakkan Meriam Air ke Kapal Filipina di Laut Tiongkok Selatan

Penjaga pantai Filipina mengatakan seorang  terluka akibat serangan meriam air Tiongkok

EtIndonesia. Coast Guard Tiongkok menembakkan meriam air ke arah kapal penjaga pantai Filipina pada 16 September di dekat sebuah karang yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan. Ini adalah insiden terbaru yang memperburuk ketegangan antara Beijing dan Manila terkait klaim wilayah.

Penjaga pantai rezim Tiongkok dalam pernyataannya pada 16 September mengklaim telah mengambil “langkah pengendalian” terhadap sejumlah kapal pemerintah Filipina yang dituduh “beroperasi secara ilegal” di dekat Pulau Huangyan.

Huangyan adalah nama Tiongkok untuk Scarborough Shoal, sebuah terumbu karang berbentuk segitiga di Laut Tiongkok Selatan. Lokasinya sekitar 120 mil laut di barat Luzon, pulau utama Filipina, yang menurut hukum internasional masuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) 200 mil laut milik Manila.

Namun sejak 2012, Beijing telah mempertahankan kendali atas karang tersebut sebagai bagian dari upaya Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menguasai hampir seluruh Laut Tiongkok Selatan. Rezim itu kini berencana membangun cagar alam di atol tersebut.

Dalam pernyataan terpisah pada 16 September, penjaga pantai Tiongkok menuduh Manila mengirim lebih dari 10 kapal pemerintah untuk “menyusup” ke perairannya di sekitar Huangyan dari berbagai arah.

Juru bicara penjaga pantai Tiongkok, Gan Yu, mengatakan kapal penjaga pantai Filipina 3014 mengabaikan peringatan berulang kali dan bahkan “sengaja menabrak” kapal Tiongkok.

Manila membenarkan insiden itu, menyatakan bahwa kapal penjaga pantai dan kapal perikanannya sedang menjalankan misi mengirim bahan bakar dan pasokan kepada nelayan Filipina yang beroperasi dekat karang ketika mereka mendapat “aksi agresif” dari sembilan kapal Tiongkok, menurut pernyataan resmi penjaga pantai Filipina.

Juru bicara penjaga pantai Filipina, Jay Tarriela, menjelaskan bahwa kapal 3014 menjadi target dua kapal penjaga pantai Tiongkok. Salah satunya menggunakan meriam air selama hampir setengah jam hingga menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal Filipina, termasuk di anjungan dan kabin kapten.

Seorang awak kapal perikanan Filipina juga terluka akibat pecahan kaca yang diakibatkan serangan meriam air tersebut.

Eskalasi konflik lama

Scarborough Shoal sudah lama menjadi titik panas sengketa wilayah antara Filipina dan Tiongkok. Ketegangan meningkat belakangan ini setelah Beijing menyetujui proposal untuk membangun cagar alam di sana.

Peta yang dirilis Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional Tiongkok pada 10 September menunjukkan area cagar alam yang direncanakan mencakup hampir seluruh bagian timur laut karang tersebut, memicu protes keras dari Filipina.

“Kementerian Luar Negeri Filipina akan mengajukan nota protes diplomatik resmi atas tindakan ilegal dan tidak sah Tiongkok ini,” kata Manila dalam pernyataan 11 September. Keputusan Beijing “jelas melanggar hak dan kepentingan Filipina sesuai hukum internasional,” lanjut pernyataan itu.

Amerika Serikat, meskipun tidak memiliki klaim kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan, mendukung Filipina dan menolak apa yang disebut sebagai “rencana destabilisasi” PKT untuk menjadikan Scarborough sebagai cagar alam.

“Mengklaim Scarborough Reef sebagai cagar alam hanyalah upaya koersif lain untuk memperluas klaim wilayah dan maritim secara sepihak di Laut Tiongkok Selatan dengan mengorbankan tetangganya,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 12 September.

Rubio menegaskan, langkah PKT itu terus merusak stabilitas kawasan. Ia mendesak Beijing mematuhi putusan Mahkamah Arbitrase tahun 2016 berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menyatakan Tiongkok secara ilegal telah menghalangi nelayan Filipina melakukan penangkapan tradisional di Scarborough.

Australia, Jepang, Kanada, dan Inggris juga menyuarakan keprihatinan atas langkah Tiongkok tersebut.

Sementara itu, AS, Jepang, dan Filipina menggelar latihan gabungan di Laut Tiongkok Selatan pada 11–13 September. Angkatan Laut AS menyebut latihan ini menunjukkan “komitmen kolektif untuk memperkuat kerja sama regional dan internasional demi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.”

Laporan tambahan oleh Reuters

INSPIRASI ERABARU

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine