EtIndonesia. Pada Rabu (17 September), di tengah perhatian besar pasar, Federal Reserve (The Fed) akhirnya mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase, serta menyatakan bahwa tahun ini masih akan terus menurunkan biaya pinjaman secara bertahap. Begitu kabar ini diumumkan, nilai tukar dolar AS langsung melemah. Keputusan pemangkasan suku bunga ini mendapat dukungan hampir seluruh pejabat The Fed.
“Hari ini, Komite Pasar Terbuka Federal memutuskan untuk menurunkan suku bunga kebijakan kami sebesar seperempat poin persentase. Kami juga memutuskan untuk terus mengurangi kepemilikan surat berharga,” kata Ketua The Fed, Jerome Powell.
Ini merupakan penurunan suku bunga pertama sejak Desember tahun lalu, sehingga suku bunga acuan kini berada pada kisaran 4,00%–4,25%.
Dalam pernyataannya, The Fed menekankan bahwa risiko di pasar tenaga kerja meningkat, dengan pertumbuhan lapangan kerja yang melambat serta tingkat pengangguran yang sedikit naik.
Pemangkasan ini menunjukkan bahwa pejabat The Fed tidak lagi terlalu khawatir kebijakan perdagangan pemerintahan Trump akan memicu inflasi, melainkan lebih fokus pada risiko perlambatan ekonomi dan kenaikan pengangguran.
Menurut analis, besaran pemangkasan ini tergolong langkah hati-hati: cukup untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi, tetapi tidak berlebihan.
Dalam proyeksi ekonomi terbaru, tingkat inflasi median tahun ini masih diperkirakan 3%, lebih tinggi dari target The Fed sebesar 2%, sama dengan proyeksi Juni lalu. Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap di 4,5%, sementara pertumbuhan ekonomi sedikit naik menjadi 1,6%.
Para pejabat umumnya menilai bahwa mempercepat langkah pemangkasan suku bunga dapat menahan kenaikan pengangguran, sementara inflasi diharapkan secara bertahap turun pada tahun depan. Mereka memperkirakan bahwa tahun ini masih akan ada tambahan pemangkasan suku bunga sebesar 0,5%.
Namun, dalam pertemuan kali ini ada satu suara berbeda: Stephen Miran, anggota baru The Fed, menolak keputusan tersebut karena mendukung penurunan lebih besar, yakni 0,5% sekaligus.
Setelah keputusan diumumkan, bursa saham AS naik tipis, indeks dolar melemah, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS nyaris tidak berubah. Pasar kini memperkirakan lebih dari 90% kemungkinan The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada akhir Oktober.
Sumber : NTDTV.com


