EtIndonesia. Gelombang perlawanan massal di daratan Tiongkok terus berlanjut. Di Hainan, warga desa menentang penggusuran paksa lahan pertanian, berhadapan langsung dengan polisi bersenjata, dan melancarkan serangan dengan “hujan batu” untuk menghentikan proyek konstruksi.
Menurut laporan dari akun media independen Tiongkok bernama “Yesterday”, pada 16 September, pemerintah setempat berusaha membangun stasiun kereta cepat dengan cara merampas paksa lahan pertanian warga di Desa Baoqian, Kecamatan Jiuzuo, Kabupaten Ledong, Hainan.
Warga yang marah melakukan perlawanan massal, memicu bentrokan sengit dengan polisi yang dikerahkan untuk mendukung penggusuran.
Rekaman video di lokasi menunjukkan warga memblokir jalan menuju area proyek, menghadang polisi dan pekerja konstruksi. Polisi yang memegang tameng berusaha maju, namun warga dari tepi jalan melempari mereka dengan batu dalam jumlah besar.
9月16日,海南乐东九所镇抱浅村,当地政府为修建高铁站,出动大量警察强征耕地,与村民爆发激烈冲突。据目击者透露,村民以石头对抗警察,石头“像下雨一样,啪啦啪啦的飞出来。” pic.twitter.com/kllT95yGgd
— 昨天 (@YesterdayBigcat) September 17, 2025
Polisi tampak panik, berusaha menghindar sambil mengangkat tameng untuk menahan serangan. Suara batu menghantam tameng terdengar keras di lokasi.
Seorang warga juga bersaksi bahwa pihak kontraktor membawa eskavator untuk memaksa membuka lahan, tetapi justru dihadang warga yang bersembunyi di ladang. Mereka menghujani alat berat dengan lemparan batu hingga mundur.
Menurut kesaksian warga, batu-batu itu beterbangan “seperti hujan, jatuh beruntun dengan suara keras.”
Sumber : NTDTV.com


