EtIndonesia. Pada 19 September 2025, serikat buruh yang terdiri dari pekerja di 15 bandara Korea Selatan, termasuk Bandara Internasional Incheon dan Bandara Gimpo, memulai aksi mogok. Aksi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 6 Oktober, bertepatan dengan libur Chuseok (perayaan panen dan penghormatan leluhur).
“Federasi Buruh Bandara Nasional” yang terdiri dari sekitar 15.000 pekerja memperkirakan lebih dari 60% anggotanya akan ikut mogok. Hal ini berpotensi mengganggu operasi penerbangan, termasuk menyebabkan penundaan maupun pembatalan penerbangan.
Sekitar 2.000 pekerja dari Bandara Gimpo, Yangyang, Incheon, dan Cheongju berkumpul di Bandara Incheon untuk melakukan aksi. Sementara itu, di beberapa bandara regional yang lebih kecil, termasuk Bandara Jeju, juga digelar aksi terkait kebijakan pemotongan gaji.
“Permintaan kami jelas: tambah jumlah pegawai untuk menciptakan bandara yang aman, perbaiki sistem kerja agar tidak ada jadwal shift malam berturut-turut, serta hentikan kontrak yang tidak adil yang memangkas biaya tenaga kerja dan keuntungan dengan berbagai cara,” kata Kepala cabang serikat Bandara Incheon, Jeong An-seok.
Sebelumnya, pada 9 September, serikat pekerja bandara nasional juga telah berunjuk rasa di depan kantor kepresidenan Yongsan, menuntut reformasi sistem kerja 3 grup 2 shift, penambahan jumlah pegawai, serta perbaikan struktur kontrak yang dianggap menekan biaya tenaga kerja.
Apabila tuntutan tidak dipenuhi, serikat buruh bandara berencana melanjutkan aksi dengan mogok kerja tanpa batas waktu mulai 1 Oktober.
Untuk saat ini, maskapai asal Taiwan seperti China Airlines, EVA Air, dan Tigerair Taiwan menyatakan penerbangan mereka belum terdampak, namun akan terus memantau situasi.
Sumber : NTDTV.com


