EtIndonesia. Tiga pesawat militer Rusia pada Jumat (19 September) tanpa izin memasuki wilayah udara Estonia. Saat AS dan Eropa mengecam tindakan tersebut, Uni Eropa lebih dulu meluncurkan paket sanksi putaran ke-19, yang untuk pertama kalinya menargetkan platform kripto.
Dalam rekaman, tiga jet tempur Rusia jenis MiG-31 tertangkap kamera militer Swedia pada Jumat. Mereka tanpa izin memasuki wilayah udara Estonia selama 12 menit. Ini sudah merupakan pelanggaran keempat kalinya tahun ini.
Menteri Luar Negeri Estonia, Margus Tsahkna, menyatakan: “Putin jelas mulai melakukan uji coba dan provokasi baru terhadap NATO, jadi kami harus merespons dengan tegas.”
Inggris dan Prancis pada hari yang sama mengecam Rusia dan Putin. Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis, “Ini menandakan eskalasi dari tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab Rusia.”
Menteri Pertahanan Inggris John Healey menegaskan, “Tindakan invasi Putin hanya akan membuat NATO semakin solid.”
Insiden ini terjadi saat Trump dan Uni Eropa sedang membahas rencana sanksi baru terhadap Rusia.
Presiden AS Donald Trump berkata: “Saya tidak suka ini, tidak suka hal seperti ini terjadi, karena bisa menimbulkan masalah besar.”
Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, menambahkan: “Mereka (Rusia) tidak hanya berbahaya bagi Ukraina, tetapi juga bagi semua negara di sekitarnya, jadi kami akan memberikan tekanan yang lebih besar.”
Selain melanggar wilayah udara NATO, pada Sabtu dini hari militer Rusia kembali melancarkan serangan besar ke Ukraina, menewaskan satu orang dan melukai 26 orang. Jet tempur Polandia pun ikut siaga di udara. Rusia meluncurkan total 580 drone dan 40 rudal.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan kali ini menargetkan kawasan pemukiman penduduk. Seorang warga yang selamat menggambarkan momen mengerikan setelah terbangun.
Seorang warga Ukraina berkata: “Aku terbangun karena ledakan besar, pecahan kaca berjatuhan menimpaku. Aku segera menggendong anakku, tubuhnya juga penuh serpihan kaca.”
Menghadapi serangan yang meningkat, Uni Eropa lebih dulu mengajukan paket sanksi putaran ke-19, fokus pada minyak Rusia dan ekonomi, serta menyasar bank asing yang membantu Rusia.
Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen menyatakan: “Sanksi kami kali ini untuk pertama kalinya akan menargetkan platform kripto, dengan melarang transaksi mata uang kripto.”
Jika paket sanksi Uni Eropa resmi disahkan, Amerika Serikat juga akan mengikuti dengan sanksi serupa.
Sumber : NTDTV.com


