Lebih dari 100 Pelajar di Tiongkok Menderita Kerusakan Hati dan Ginjal Akibat Keracunan Makanan, Para Keluarga  Memohon Bantuan

EtIndonesia. Baru-baru ini terjadi kasus keracunan makanan massal di Guizhou, Tiongkok. Lebih dari seratus siswa menjadi korban, banyak diantaranya mengalami kerusakan fungsi hati dan ginjal. Karena pemerintah menutup-nutupi informasi, keluarga pasien hanya bisa menangis memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak mereka.

Video yang beredar menunjukkan di Kabupaten Xishui, Kota Zunyi, Provinsi Guizhou, lebih dari 100 siswa mengalami keracunan setelah memakan sandwich dari toko waralaba Meijiale. Banyak siswa terlihat terbaring di rumah sakit dengan infus darurat.

Menurut para orang tua, setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian anak justru memburuk kondisinya, mengalami batu ginjal, hidronefrosis (penumpukan cairan di ginjal), muntah darah, hingga kerusakan fungsi hati dan ginjal.

Setelah kejadian, orang tua sempat meminta bantuan pemerintah setempat, tetapi tidak mendapat tanggapan. Akhirnya mereka mengunggah video ke internet untuk mencari pertolongan publik, meskipun sebagian video kemudian dihapus.

Seorang orang tua dalam video berkata:  “Ya Tuhan, anak-anak ini sudah tiga hari dirawat di rumah sakit setelah makan sandwich, kini sudah mengalami kerusakan hati dan ginjal yang serius. Ya Tuhan, siapa yang akan menolong anak-anak kami? Ya Tuhan…”

Orang tua lain berkata:  “Tolong bantu kami, kami benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Satu kabupaten Xishui saja, sandwich ini sudah membuat lebih dari 100 orang keracunan, tapi tidak ada yang peduli.”

Setelah kasus ini ramai di media sosial, barulah beberapa hari kemudian, pada 21 September, media resmi Partai Komunis Tiongkok, Xinhua News Agency, melaporkan bahwa di Xishui, Kota Zunyi, Provinsi Guizhou terjadi kasus ‘diduga keracunan makanan’. Hingga 21 September, sejumlah orang termasuk anak-anak telah dirawat di rumah sakit.

Media resmi tidak menyebutkan kapan tepatnya kejadian berlangsung, hanya mengatakan bahwa para korban mengalami gejala abnormal pada hati dan ginjal setelah makan sandwich yang diproduksi oleh “Pabrik Makanan Michael Meijiale” di Xishui.

Pabrik tersebut memiliki delapan toko di Xishui. Sandwich dari batch yang sama dijual sebanyak 208 porsi, 29 berhasil ditarik kembali, dan 179 sudah terjual.

Saat ini, sebagian besar pasien dirawat di Rumah Sakit Rakyat Xishui, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke rumah sakit di Kota Zunyi dan Chongqing.

Seorang netizen yang mengetahui situasi mengatakan:
“Ada yang keracunannya terlalu parah, sudah mulai cuci darah.”
“Makanan ini memang biasanya langsung merusak hati dan ginjal.”
“Kemarin saya lihat beberapa anak muntah darah di rumah sakit kota, benar-benar menyedihkan.”

Netizen lain mengecam pemerintah karena menutup-nutupi informasi:
“Kalau berita seperti ini bahkan tidak bisa keluar dari provinsi, kira-kira kenapa?”
“Kasus separah ini, tapi pemerintah tidak umumkan apa pun.”

Ada juga warga yang mengingatkan keluarga korban agar segera menyimpan bukti sebelum dihancurkan oleh pihak berwenang:
“Saya dengar produk sisanya sedang dipindahkan, para orang tua cepat ke pabrik itu untuk lihat.”
“Rekam semua bahan yang tersisa, segel, jadikan bukti. Kalau sudah dipindahkan, nanti tidak ada yang tersisa lagi.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine