Serangan Terhadap Kapal Cepat Narkoba di Lepas Pantai Dominika, Maduro Berharap Bisa Berdialog dengan Trump

EtIndonesia. Setelah beberapa kali militer AS menyerang kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba di perairan Venezuela, kini operasi pemberantasan narkoba juga diperluas ke Laut Karibia dengan menghantam sebuah kapal cepat yang kemungkinan besar berangkat dari Venezuela. Sementara itu, pada 21 September, pemerintah Venezuela mengumumkan bahwa Presiden Nicolás Maduro telah mengirim surat kepada Presiden AS Donald Trump, menyerukan agar kedua pihak membuka dialog.

Menurut laporan AFP, Kepala Badan Pengendalian Narkotika Dominika (DNCD) bersama juru bicara Kedutaan Besar AS mengumumkan operasi tersebut pada konferensi pers 21 September.

Juru bicara DNCD, Carlos Devers, menyatakan bahwa target serangan kali ini adalah sebuah kapal cepat yang mengangkut 1.000 kilogram kokain. Kapal itu dihantam ketika berada sekitar 80 mil laut dari Pulau Beata, Dominika.

Juru bicara pihak AS menambahkan bahwa inilah operasi yang pertama kali disebutkan Presiden Trump pada 19 September, meski saat itu ia tidak menyebutkan lokasi.

Trump mengatakan pada 19 September bahwa militer AS menghancurkan sebuah kapal penyelundup narkoba di laut lepas, menewaskan tiga orang, namun ia tidak menyebutkan Venezuela.

Dalam operasi kali ini, pihak AS memilih langsung menyerang dan menghancurkan kapal penyelundup, alih-alih menaiki kapal untuk menangkap awak seperti biasanya. Menurut sumber yang mengetahui situasi, kapal cepat itu kemungkinan besar berasal dari Venezuela.

Sebelumnya, militer AS telah beberapa kali menyerang kapal yang dicurigai menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela. Hingga kini, AS mengkonfirmasi bahwa dalam tiga serangan terakhir di Laut Karibia, lebih dari 10 orang tewas.

AS juga telah menempatkan armada kecil di perairan Venezuela dengan alasan untuk memberantas penyelundupan narkoba. Setelah pemerintah Trump mengerahkan 10 jet siluman F-35 untuk operasi ini, pada 13 September, lima di antaranya terlihat mendarat di Puerto Rico, wilayah AS.

Maduro Berharap Bisa Berdialog dengan Trump, Venezuela Gelar Latihan Militer Sipil

Seiring meningkatnya ketegangan akibat operasi pemberantasan narkoba, pada 21 September pemerintah Venezuela mengumumkan bahwa Presiden Nicolás Maduro pada 6 September lalu telah mengirim surat kepada Presiden Trump. Dalam surat itu, Maduro membantah tuduhan AS yang menyebut dirinya sebagai gembong narkoba, sekaligus menyerukan agar Trump membuka dialog.

Surat itu dikirim beberapa hari setelah AS mengerahkan kapal perang untuk menyerang kapal Venezuela yang diduga mengangkut narkoba, yang menewaskan 11 orang. Setelahnya, dua insiden serupa kembali terjadi.

Setelah surat itu dikirim, militer AS kembali menyerang dua kapal yang menurut Washington mengangkut narkoba, satu di perairan Venezuela dan satu lagi di lepas pantai Dominika.

Sebagai respons terhadap pengerahan militer AS di Karibia, pada 21 September Venezuela menggelar latihan militer satu hari untuk warga sipil.

Di kawasan padat penduduk Petare, Caracas, jalan utama ditutup untuk memberikan pelatihan taktis singkat kepada warga. Setelah ribuan sukarelawan dilatih di barak militer dalam seminggu terakhir, Maduro memerintahkan militer masuk ke komunitas untuk memperluas mobilisasi. Namun, kekuatan yang ditampilkan kali ini relatif terbatas—di ibu kota hanya terlihat sekitar 25 kendaraan lapis baja, dan jumlah peserta latihan juga lebih sedikit.

Latihan juga digelar di pinggiran Caracas, tetapi menurut pengamatan jurnalis AFP, jumlah pesertanya tetap tidak banyak.

Selain itu, Venezuela juga melaksanakan latihan militer tiga hari di Pulau La Orchila, Laut Karibia, sebagai respons terhadap ancaman dari armada AS yang terdiri atas tujuh kapal perang dan satu kapal selam nuklir. (***)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine