EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 21 September memberikan penghormatan kepada Charlie Kirk, dengan mengatakan bahwa pendiri Turning Point USA itu dibunuh “karena menyuarakan kebenaran yang ada di dalam hatinya.”
Trump termasuk di antara sedikit pembicara dalam acara peringatan tersebut yang menyebut tersangka pelaku penembakan, Tyler Robinson, yang digambarkannya sebagai “monster berdarah dingin yang telah diradikalisasi.”
“Kirk juga dibunuh secara keji karena ia berbicara tentang kebebasan dan keadilan, tentang Tuhan, negara, akal sehat, dan nalar,” kata Trump.
Acara peringatan untuk Kirk, yang disebut Trump berperan penting dalam kemenangannya pada Pemilu 2024, menarik puluhan ribu pelayat—termasuk Wakil Presiden JD Vance, pejabat senior Gedung Putih, serta kalangan konservatif muda yang dibentuk oleh aktivis berusia 31 tahun itu—ke Stadion State Farm di Arizona.
Pidato Trump disampaikan beberapa menit setelah Erika Kirk, istri mendiang, menyatakan ia telah memaafkan tersangka, dengan menyebut bahwa pelaku adalah salah satu dari “anak-anak lelaki yang tersesat” di Amerika Serikat.
“Charlie dengan penuh semangat ingin menjangkau dan menyelamatkan anak-anak lelaki yang tersesat di Barat. Para pemuda yang merasa tidak memiliki arah, tujuan, Iman, maupun alasan untuk hidup. Pemuda yang menyia-nyiakan hidup dalam hal-hal sepele, serta yang diliputi kebencian dan kemarahan,” ujar Erika.
“Charlie ingin membantu mereka. Ia ingin mereka menemukan rumah di Turning Point USA. Ketika ia datang ke kampus-kampus, ia berusaha menunjukkan jalan hidup yang lebih baik, yang sebenarnya ada di depan mata mereka. Itu yang ingin ia tunjukkan,” tambahnya.
Acara digelar di State Farm Stadium, markas tim NFL Arizona Cardinals, di sebelah barat Phoenix, tempat Turning Point USA bermarkas. Pengamanan sangat ketat, setara dengan ajang Super Bowl atau acara besar lainnya, dengan kehadiran aparat federal dalam jumlah besar.
Masyarakat mulai mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan tempat. Stadion berkapasitas 63.400 kursi itu segera penuh dengan massa yang mengenakan pakaian bernuansa merah, putih, dan biru.
Pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Trump, Vance, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr., Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard. Juga hadir Donald Trump Jr., komentator konservatif Tucker Carlson, ajudan Gedung Putih Stephen Miller, dan Erika Kirk.
“Apakah kalian pikir bisa membunuh Charlie Kirk? Justru kalian membuatnya abadi,” kata Miller di hadapan massa. “Kalian tidak tahu naga apa yang telah kalian bangunkan. Kalian tidak tahu betapa teguhnya kami untuk menyelamatkan peradaban ini, menyelamatkan Barat, menyelamatkan republik ini.”
Gabbard menambahkan: “Charlie menjalani apa yang dibayangkan para pendiri bangsa. Kebebasan: hak untuk berbicara meski ada perbedaan. Saya mungkin tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tapi saya akan berjuang sampai mati demi membelanya. Kebebasan berbicara adalah fondasi republik demokratis kita. Kita harus melindunginya dengan segala cara, karena tanpanya kita akan tersesat.”
CEO Tesla Elon Musk juga hadir di stadion, seperti diungkapkannya lewat platform X. Ia mengunggah video suasana stadion yang dipenuhi massa.
“Setiap kursi di arena raksasa ini penuh hingga ke atap, kecuali area yang ditutup untuk keamanan,” tulis Musk. “Suatu kehormatan berada di sini.”
Charlie Kirk ditembak mati saat menjadi moderator debat di Utah Valley University pada 10 September. Jaksa dan polisi setempat menyatakan Robinson melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter.
Robinson ditangkap sekitar 33 jam setelah penembakan. Pihak berwenang belum mengungkap motif, namun menyebut ia belakangan beralih ke pandangan politik kiri, mendukung isu transgender, dan melontarkan komentar merendahkan tentang Kirk kepada keluarganya beberapa hari sebelum kejadian.
Pada 21 September, Direktur FBI Kash Patel menulis di X bahwa biro sedang “menyelidiki secara cermat berbagai teori dan pertanyaan,” termasuk lokasi tembakan, pesan teks, sudut tembakan, senjata, serta obrolan Discord yang diduga digunakan tersangka.
“Sebagian detail sudah diketahui, sementara sisanya masih ditelusuri untuk memastikan setiap kemungkinan diperhitungkan,” tulis Patel, di tengah spekulasi daring soal kematian Kirk. “Fokus utama kami adalah menyelesaikan penyelidikan ini dan menegakkan keadilan. Demi menjaga integritas penyelidikan dan proses hukum, kami tidak bisa merilis semua informasi yang kami miliki ke publik saat ini.”
The Associated Press berkontribusi dalam laporan ini


