Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat lalu (19 September) menandatangani perintah eksekutif yang menaikkan biaya aplikasi visa kerja H-1B menjadi 100.000 dolar AS. Kabar ini seketika memicu kehebohan di kalangan komunitas Tionghoa di Amerika. Berikut laporan dari jurnalis Li Yu.
EtIndonesia. Sebuah pernikahan tanpa mempelai pria maupun wanita, pernahkah Anda melihatnya?” Presiden Trump baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru terkait H-1B, dan seketika memanaskan suasana di komunitas Tionghoa Amerika.
Ada warganet yang berbagi cerita di grup WeChat: sepasang pengantin yang sudah merencanakan resepsi pernikahan akhirnya harus absen karena buru-buru naik pesawat kembali ke Amerika. Alasannya, perusahaan tempat mereka bekerja menolak menanggung biaya 100.000 dolar untuk H-1B, sehingga pasangan itu terpaksa membatalkan pernikahan mereka dan kembali ke AS.
Trump pada 19 September menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan perusahaan membayar biaya 100.000 dolar jika ingin mempekerjakan pekerja asing dalam undian H-1B tahun depan. Pemegang visa yang masuk ke AS tanpa bukti pembayaran biaya tersebut bisa dilarang masuk. Aturan baru ini berlaku sejak 21 September dan langsung menjadi sorotan publik.
Namun, juru bicara Gedung Putih Levitt pada Sabtu (20 September) menjelaskan lewat postingan di X bahwa biaya 100.000 dolar itu merupakan “biaya satu kali” dan hanya berlaku bagi pemohon baru tahun 2026. Bagi mereka yang sudah memiliki visa H-1B yang masih berlaku atau yang melakukan perpanjangan tidak akan terpengaruh, serta tetap bisa bebas keluar-masuk AS.
Kebijakan baru ini menimbulkan diskusi hangat di komunitas Tionghoa. Di berbagai media sosial, bermunculan postingan terkait visa H-1B. Ada yang mengungkapkan penerbangan kembali ke AS dalam dua hari terakhir semuanya penuh, karena orang-orang berusaha masuk sebelum aturan baru berlaku. Namun, ada juga yang gagal kembali tepat waktu sehingga merasa bingung dengan masa depan mereka.
Wartawan: “Pengacara Zhu, ingin bertanya, bagi mereka yang saat ini memegang visa H-1B, apa saja yang perlu diperhatikan untuk pekerjaan dan kehidupan jangka pendek?”
Pengacara imigrasi New York, Zhu Wei: “Memang benar sekarang ada penyesuaian besar dalam kebijakan imigrasi. Pemegang H-1B belum memiliki green card, jadi setiap kali bepergian ke luar negeri pasti menghadapi masalah visa untuk masuk kembali ke AS. Dalam situasi penuh ketidakpastian seperti ini, menghindari perjalanan lintas negara mungkin bisa menjadi langkah yang lebih aman.”
Sumber : NTDTV.com


