Topan Super Hantam Guangdong, Tiongkok, Warga Beramai-ramai Borong Makanan 

EtIndonesia. Topan super ke-18 tahun ini, “Ragasa”, yang dijuluki sebagai “raja angin,” memiliki kekuatan maksimum mencapai level 17, dan diperkirakan akan mendarat di Guangdong, Tiongkok pada Rabu (24/9/2025). 

Saat ini, berbagai daerah di Guangdong akan menerapkan langkah darurat “lima penghentian” — penghentian kerja, transportasi, produksi, operasional, dan sekolah. Shenzhen berencana mengevakuasi 400.000 orang, sementara warga bergegas menimbun bahan makanan, hingga banyak kota muncul gelombang panic buying.

 “Mari saya tunjukkan, inilah kondisi supermarket Hema di Shenzhen sebelum topan tiba, semua rak sudah kosong,” kata seorang warga Shenzhen. 

Video yang beredar online pada 22 September memperlihatkan ribuan warga menyerbu supermarket untuk membeli sayuran dan makanan. Di Zhuhai, Shenzhen, Dongguan, dan Zhongshan, rak-rak hampir habis diborong.

Seorang warga Guangdong mengatakan:  “Tahukah kalian betapa parahnya? Semuanya kosong, ini bahkan hanya belanjaan satu orang.”

Warga Dongguan menambahkan:  “Supermarket di sini juga sama, semua sayuran di rak sudah habis diborong. Katanya besok sore beberapa supermarket juga akan tutup.”

Menurut prakiraan Badan Meteorologi Tiongkok, topan “Ragasa” adalah topan terkuat tahun ini di barat laut Pasifik, dengan kecepatan angin maksimum pusat badai sempat mencapai level 17. 

Diperkirakan pada 23 September dini hari, topan ini memasuki laut timur laut Laut Tiongkok Selatan, bergerak mendekati pesisir Guangdong bagian tengah dan barat hingga timur laut Pulau Hainan, disertai hujan lebat dan angin kencang.

Warga Yangjiang, Guangdong berkata:  “Topan diperkirakan akan menghantam langsung Guangdong, jadi kami sudah mengembalikan kapal ke rumah, hujan semakin deras!”

Warga lain menambahkan:  “Lihat, kami harus mengangkat kapal ke darat, karena topannya terlalu besar.”

Sejak 22 September, berbagai kota di Guangdong mulai menerapkan langkah “lima penghentian.” Di Dongguan, mulai 23 September pukul 14.00 hingga 25 September pukul 06.00, layanan pesan antar makanan dan kurir dihentikan, pasar, mal, restoran, tempat hiburan, serta objek wisata tutup total.

Seorang warga Dongguan berkata:  “Sekolah di Dongguan diliburkan tiga hari, besok sore mobil di jalan pun tidak boleh melintas.”

Seorang pekerja pelabuhan mengatakan:  “Pelabuhan juga ditutup tiga hari, jadi kami tidak bisa mengambil kontainer. Hari ini tidak bisa bongkar muat, mungkin baru 24 Septermber atau 25 September ada pengumuman lanjutan.

Karena lingkaran badai “Ragasa” sangat besar dan ditambah pengaruh udara dingin, wilayah Delta Sungai Mutiara diperkirakan masuk ke dalam “setengah lingkaran berbahaya” di sisi kanan topan. 

Laporan menyebut Shenzhen akan mengevakuasi 400.000 orang, dan Bandara Shenzhen akan menghentikan seluruh penerbangan mulai 23 September pukul 20.00. Waktu pemulihan operasional akan ditentukan sesuai perkembangan topan.

Sebelum ini, Guangdong baru saja dihantam topan lain. Pada 19 September, topan “Mina” membawa hujan lebat dan angin kencang saat mendarat di Shanwei, Guangdong, menyebabkan banjir parah di Shantou. Jalanan berubah seperti sungai, pepohonan tumbang, toko dan rumah terendam, kerugian warga sangat besar. 

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine