Sidang PBB Nyaris Kacau! Serangan Siber Skala Monster Digagalkan di Jantung New York

EtIndonesia— Sebuah operasi intelijen besar yang digelar oleh Secret Service Amerika Serikat berhasil menggagalkan jaringan elektronik yang diyakini dapat melumpuhkan komunikasi darurat dan infrastruktur telekomunikasi Kota New York. Temuan ini muncul tepat saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang berlangsung, menambah urgensi ancaman tersebut.

 Penemuan Besar di Lima Lokasi Tersembunyi

Foto ini disediakan oleh U.S. Secret Servic di New York pada 22 September 2025, menunjukkan server di atas meja di lokasi tempat server tersebut disita oleh lembaga tersebut. U.S. Secret Service via AP

Menurut pernyataan resmi lembaga keamanan AS, penyelidikan yang dimulai sejak musim semi 2025 memunculkan jejak jaringan “SIM farm” masif di area dalam radius 35 mil (sekitar 56 km) dari Markas Besar PBB di Manhattan. Dalam lima lokasi apartemen terbengkalai, agen menemukan:

  • Lebih dari 300 server SIM card yang secara simultan mengelola lalu lintas telekomunikasi dalam skala besar  
  • Sekitar 100.000 kartu SIM aktif yang siap digunakan untuk pengiriman pesan massal atau aktivitas jaringan lainnya 
  • Kapasitas pengiriman luar biasa: sistem ini diperkirakan mampu mengirim hingga 30 juta SMS per menit — volume yang memadai untuk menimbulkan lalu lintas pesan yang membanjiri jalur telekomunikasi atau bahkan menjatuhkan menara seluler 

Temuan ini tidak hanya berupa perangkat keras, melainkan sebuah sistem yang sangat tersusun dan siap dipakai untuk serangkaian aksi strategis.

 Potensi Dampak: Lumpuhkan Jaringan Seluler & Komunikasi Darurat

Dalam pernyataannya, Direktur Operasi Secret Service, yang disebut sebagai “Michael” oleh beberapa media, memperingatkan skenario terparah—telepon seluler dan layanan darurat bisa “lumpuh total.” Pernyataan tersebut mencerminkan keseriusan ancaman:

“Dengan kekuatan seperti ini, telepon seluler dan layanan gawat darurat bisa lumpuh total.”

Jika jaringan ini benar-benar dioperasikan, konsekuensinya bisa luas:

  1. Pemadaman selektif menara seluler — volume pesan yang tinggi dapat membebani jaringan, memicu overload, atau menyebabkan layanan seluler di area tertentu tidak bisa menjangkau pengguna.
  2. Gangguan panggilan darurat (911 / 112) — sistem darurat mengandalkan jaringan telepon seluler; jika jaringan itu dibanjiri atau mati, layanan ambulans, polisi, pemadam kebakaran bisa terputus.
  3. Anonimitas bagi penjahat atau aktor negara — jaringan SIM farm semacam ini bisa digunakan untuk menyamarkan identitas pengirim pesan ancaman, mengirim spam berskala besar, atau koordinasi tersembunyi di bawah radar pengawasan normal. 
  4. Serangan lanjutan / eskalasi sipil-militer — jaringan seperti ini dapat menjadi infrastruktur pendukung untuk serangan siber tambahan, penyadapan, atau peretasan sistem kritis.

Para penyelidik awal menduga bahwa aktor di balik jaringan ini kemungkinan adalah aktor negara (state actor) — sebuah tuduhan serius yang menandakan bahwa operasi ini bukan sekadar kejahatan kriminal biasa. 

 Kronologi Pengungkapan

Musim semi 2025 — penyelidikan terhadap sejumlah ancaman telekomunikasi yang diarahkan kepada pejabat tinggi AS mulai mengindikasikan pola penggunaan jaringan tersembunyi.

Menjelang 22–23 September 2025 — ketika para pejabat dan delegasi dunia mulai tiba di New York untuk Sidang Umum PBB, operasi kontra intelijen dikerahkan.                  
23 September 2025 — pengumuman resmi dari Secret Service bahwa mereka telah menyita perangkat-perangkat terkait, menghentikan ancaman sebelum bisa dilaksanakan. 

Menurut laporan Reuters, operasi tersebut dilakukan di wilayah New York dan sekitar 35 mil dari lokasi PBB.      

AP News menyebut bahwa jaringan ditemukan “tepat ketika para pemimpin dunia berkumpul” di New York.        

 Reaksi Pemerintah & Tantangan Penyelidikan

Pemerintah AS menyebut bahwa jaringan tersebut mewakili ancaman “telekomunikasi terkait tugas perlindungan pejabat tinggi.” 

 Namun hingga publikasi berita ini, belum ada pengumuman resmi tentang penangkapan pelaku atau negara yang bertanggung jawab. Bloomberg+3The Washington Post+3AP News+3


Tim forensik kini tengah menganalisis data dari 100.000 kartu SIM—setara dengan data ratusan ribu nomor ponsel. Reuters+2AP News+2

Beberapa media juga melaporkan bahwa ditemukan barang-barang tambahan seperti senjata, narkotika, serta peralatan enkripsi di lokasi-lokasi penggerebekan. The Washington Post+2AP News+2

Kritikus keamanan menyebut bahwa jaringan SIM farm semacam ini bukan fenomena baru: praktik serupa sudah digunakan dalam kampanye spam, penipuan massal, dan propaganda daring. WIRED+2AP News+2

Namun skala dan kedekatannya dengan acara diplomatik besar seperti PBB menjadikannya perhatian internasional.

 Implikasi Global & Pelajaran Keamanan Telekomunikasi

Kasus ini menyoroti beberapa pelajaran penting di ranah keamanan komunikasi global:

  • Infrastruktur telekomunikasi sebagai target strategis: ketika perang siber berkembang, jaringan seluler dan SMS bisa diubah menjadi senjata.
  • Kerentanan kota-kota besar dalam event internasional: kota seperti New York yang rutin menjadi tuan rumah acara global perlu proteksi ekstra.
  • Kolaborasi lintas lembaga penting: operasi ini melibatkan Secret Service, lembaga federal, lokal, serta mitra intelijen.
  • Transparansi dan akuntabilitas: masyarakat berhak mengetahui sejauh mana ancaman telah diredam dan siapa aktor di baliknya. (***)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine