Topan Super Ragasa Menerjang, 100 Lebih Pohon Tumbang Hingga Air Laut Hantam Pintu Kaca Hotel di Hong Kong, Ada Orang yang Terseret Ombak

Pada  24 September 2025 dini hari, akibat dampak topan super “Ragasa”, Hong Kong dilanda badai besar. Air laut menghantam pintu kaca sebuah hotel di Hong Kong hingga pecah, dan ada orang yang terseret ombak.

EtIndonesia. Pada 24 September 2025 dini hari, Observatorium Hong Kong mengeluarkan sinyal badai tertinggi, yaitu sinyal topan nomor 10. Video yang beredar di internet menunjukkan, pada dini hari, pintu kaca Hotel Fullerton Ocean Park yang berada di tepi laut dihantam ombak hingga pecah. Air laut langsung menerobos masuk ke dalam hotel, dan ada orang yang terseret oleh gelombang besar.

Menurut laporan otoritas Hong Kong, pada  23 September siang, sekeluarga beranggotakan empat orang sedang melihat ombak di Chai Wan, ketika itu ibu dan anaknya terseret gelombang besar. Lalu, sang ayah segera melompat ke laut untuk menolong, dan akhirnya ketiganya berhasil diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran. Namun, ibu dan anak tersebut sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Video lain memperlihatkan kedahsyatan topan super “Ragasa”. Pada  24 September dini hari, permukaan air laut di sepanjang pantai Hong Kong naik lebih dari 3 meter.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh sekolah di Hong Kong diliburkan, para pekerja pada umumnya tidak masuk kerja, dan sebagian besar layanan transportasi dihentikan.

Otoritas Otoritas Rumah Sakit Hong Kong mengumumkan bahwa hingga 24 September pukul 08.00 pagi, sebanyak 19 orang mengalami luka-luka selama badai berlangsung dan telah dibawa ke rumah sakit umum untuk mendapat perawatan.

Selain itu, pihak berwenang menerima lebih dari 160 laporan pohon tumbang, serta beberapa laporan banjir.

Pada pukul 06.00 pagi, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok mengeluarkan peringatan oranye untuk topan dan hujan lebat.

Diperkirakan topan “Ragasa” akan mendarat di wilayah pesisir antara Taishan dan Zhanjiang, Guangdong, pada 24 September sore hingga malam hari , dengan hembusan angin yang bisa mencapai level 17. Sejumlah daerah di Guangdong telah memberlakukan “lima penghentian”, yaitu penghentian sekolah, pekerjaan, transportasi, produksi, dan kegiatan usaha. (***)

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine