Cinta dan Penantian ke-98

EtIndonesia. Ada seorang pemuda dan seorang gadis, yang saling mencintai. Namun suatu hari, gadis itu harus pindah ke kota yang jauh. Pemuda itu sangat sedih, tetapi dia tak berani menahannya.

Gadis itu punya orangtua yang kehidupan lebih baik. Sedangkan dirinya? Dia tidak punya apa-apa. Dia takut jika menahan gadis itu, maka gadis itu hanya akan ikut bersamanya menanggung kesusahan. Jadi pada akhirnya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Gadis itu, di sisi lain, selalu menunggu. Dia berharap pemuda itu berkata: “Jangan pergi.” Namun dia menunggu dan menunggu, sampai detik terakhir sebelum naik pesawat, kalimat itu tidak juga terucap.

Sebelum berangkat, gadis itu menyerahkan seekor babi kecil berbulu lembut kepadanya, sambil berkata:  “Kalau kamu rindu padaku, cukup usap kepalanya.”

Lalu ia pun naik ke pesawat, tanpa sekalipun menoleh ke belakang.

Langit yang cerah tiba-tiba diguyur hujan. Pemuda itu, dengan air mata menetes, menatap pesawat yang terbang meninggi. Saat itu, dia baru sadar telah melakukan kesalahan besar—dia bahkan tidak sempat menanyakan alamat dan nomor telepon gadis itu di kota baru!

Sejak hari itu, dia mulai menunggu. Hari demi hari, dia setia di dekat telepon, tidak berani pergi jauh, yakin gadis itu pasti akan meneleponnya. Tapi tidak. Telepon itu tak pernah berbunyi untuknya.

Setiap kali dia merindukan gadis itu, dia mengusap kepala babi kecil itu. Satu kali, dua kali, puluhan kali… Tapi setiap usapan hanya membuat rindunya semakin dalam.

Dia menunggu tiga bulan penuh. Hingga akhirnya, dia merasa putus asa. Dia yakin gadis itu sudah melupakannya. Bahkan perlahan, hatinya mulai dipenuhi kebencian.

Suatu hari, dia memutuskan keluar dari kamarnya, berniat memulai hidup baru. Sebelum itu, dia memeluk babi kecil itu untuk terakhir kalinya. Dengan hati yang getir, dia melemparkannya keluar jendela—melemparkan semua kenangan tentang gadis itu. Sejak saat itu, dia bertekad untuk tidak menoleh lagi.

Keesokan paginya, seorang petugas kebersihan menemukan babi kecil itu saat menyapu halaman. Dia memungutnya, lalu mengusap kepala babi kecil itu sekali, dua kali… tiba-tiba, mainan itu bergerak. Perlahan mulutnya terbuka, mengeluarkan secarik kertas kecil.

Di kertas itu, tertulis jelas alamat dan nomor telepon gadis itu di kota barunya.

Babi kecil itu bukanlah mainan biasa. Gadis itu dengan susah payah memesannya secara khusus di pabrik mainan. Rahasianya: setelah kepala babi diusap 100 kali, dia akan mengeluarkan secarik kertas dengan informasi dirinya. Gadis itu sudah berjanji dalam hati—jika suatu hari dia menerima telepon dari pemuda itu, dia akan segera pulang, dan tidak akan pernah berpisah lagi.

Namun sayangnya, pemuda itu hanya sempat mengusap 98 kali.

Petugas kebersihan itu tersenyum: “Mainan yang unik, cocok untuk anakku.”

Dia pun membawa pulang babi kecil itu, dan membuang secarik kertas tersebut.

Sejak hari itu, pemuda dan gadis itu selamanya saling melewatkan—sebuah cinta yang berakhir hanya karena dua usapan yang tak pernah terjadi.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine