Kartu Nama di Tangan

EtIndonesia. Sepasang suami istri yang telah menikah lebih dari sepuluh tahun pergi mengunjungi seorang teman di kota lain. Saat mereka pulang, hari sudah larut malam, kebetulan hanya tersisa bus terakhir.

Suami berkata:  “Orang terlalu banyak, lebih baik kita naik dari pintu depan dan belakang. Nanti kita bertemu di dalam.”

Istri mengangguk setuju.

Suami berhasil masuk lewat pintu depan, terhimpit di tengah kerumunan penumpang. Tubuhnya terjepit, hampir tak bisa bergerak. Tiba-tiba, dia merasakan sebuah tangan menggenggam tangannya diam-diam.

Sejenak dia terkejut. Itu bukan tangan istrinya—dia tahu pasti. Tangan itu terlalu hangat, terlalu lembut, terlalu halus, hingga membuat hatinya berdebar keras. Sekilas, dia berharap bus itu tak pernah berhenti, bahkan andai harus terus melaju hingga pagi pun tak masalah baginya.

Dia mulai membayangkan: wanita macam apa yang sedang menggenggam tangannya ini? Bagaimana bisa dia memperhatikan dirinya di tengah kerumunan? Siapa namanya? Bagaimana cara menghubunginya?

Pikiran nakal pun terlintas. Dia lalu diam-diam mengeluarkan secarik kartu nama dari sakunya dan menyelipkannya ke tangan mungil itu.

Tak lama, bus sampai di halte. Dia turun dengan berat hati. Dari pintu lain, istrinya juga turun, wajahnya terlihat tenang, seakan tidak menyadari apa pun.

Saat keduanya menyeberang jalan, tiba-tiba sebuah motor melaju kencang ke arah mereka. Dalam sepersekian detik, sang istri ragu sejenak, lalu dengan nekat menubruk suaminya agar terselamatkan.

Tubuh istri seketika terhempas, berlumuran darah. Suami menjerit histeris, menggendongnya dan berlari masuk ke rumah sakit.

Menjelang pagi, dokter keluar dan berkata lirih: “Kami sudah berusaha sekuat tenaga. Dia hanya ingin bertemu Anda untuk terakhir kalinya.”

Suami masuk ke ruang perawatan. Di sana, istrinya terbaring lemah. Tangannya terkepal rapat. Perlahan, dalam gerakan yang terasa seperti cuplikan film, tangan itu terbuka. Dari sela-sela jemarinya, selembar kartu nama milik suami jatuh dengan tenang ke lantai…(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine