EtIndonesia. Seekor mongoose (musang mungil pemakan ular) tanpa sengaja berjumpa dengan seekor kobra, dan terjadilah pertarungan sengit.
Tubuh mongoose jauh lebih kecil dibanding kobra. Di awal pertempuran, dia hanya bisa menghindar dengan lincah. Namun, untuk membuat dirinya tampak lebih kuat, mongoose punya jurus khusus: dia mengembangkan bulu-bulunya hingga terlihat dua kali lebih besar dari ukuran aslinya. Cara ini juga punya keuntungan lain—jika sampai terkena gigitan kobra, paling-paling yang tergigit hanya segenggam bulu.
Dalam pertempuran itu, mongoose melompat ke sana kemari, tidak berani lengah sedikit pun. Tak lama kemudian, serangan kobra mulai melemah karena energi terkuras habis. Melihat kesempatan itu, mongoose segera mengubah strategi: dari bertahan menjadi menyerang. Sementara itu, kobra yang tadinya agresif kini hanya bisa bertahan.
Akhirnya, karena terlalu lelah, kobra melakukan kesalahan fatal. Mongoose dengan sigap menerkam dan menggigit leher kobra erat-erat. Meski kobra meronta sekuat tenaga, gigitan mongoose tak pernah dilepaskan, hingga akhirnya kobra tewas tak bergerak.
Seekor burung gagak menyaksikan peristiwa itu, dan sejak hari itu kisah kepahlawanan mongoose yang berani melawan kobra tersebar ke seluruh penjuru.
Suatu hari, seekor rubah datang jauh-jauh mencari mongoose. Dengan penuh harap dia berkata: “Saudaraku, tolong bantu aku membalas dendam. Kerabatku mati dipatuk ular berbisa.”
Mongoose bertanya: “Apakah ular itu seekor kobra?”
Rubah menjawab: “Tidak, ular itu viper Brasil.”
Mendengar itu, mongoose langsung menggeleng: “Maaf, aku tak bisa menolongmu.”
Rubah penasaran: “Kenapa begitu?”
Mongoose menjawab dengan tenang: “Karena aku hanya ahli melawan kobra. Ular jenis lain yang lebih besar seperti king cobra atau viper Brasil sangat berbeda. Kobra meski ganas, tapi gerakannya lambat, agak bodoh, taringnya pendek, dan bukaan mulutnya kecil—itulah sebabnya aku bisa menanganinya. Tapi melawan ular besar lainnya? Hampir mustahil aku selamat. Kalau kamu sendiri, maukah kamu memecahkan telur di atas batu keras?”
Rubah terdiam, lalu pergi dengan kecewa.
Benar, mongoose memang musuh alami kobra. Tetapi itu tidak berarti ia bisa menaklukkan semua ular berbisa. Mengira bisa mengalahkan satu jenis musuh lalu merasa mampu menghadapi semuanya adalah sikap tanpa kesadaran diri. Menolak permintaan rubah adalah keputusan yang bijak. (jhn/yn)


