EtIndonesia. Pemimpin Kanada dan Indonesia bertemu di Ottawa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir. Keduanya menandatangani perjanjian terkait perdagangan, kerja sama pertahanan, dan kemitraan investasi.
Kesepakatan perdagangan yang diteken pada 24 September 2025 akan menghapus dan menurunkan tarif lebih dari 95 persen ekspor Kanada ke Indonesia dalam waktu delapan hingga 12 bulan.
Sementara itu, perjanjian kemitraan kedua akan menyediakan hingga 825 juta dolar untuk mendorong usaha patungan dan investasi di bidang energi terbarukan, layanan digital, infrastruktur, dan manufaktur, menurut Kantor Perdana Menteri Kanada (PMO).
Perjanjian Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) akan memberi keuntungan khusus bagi sektor teknologi ramah lingkungan, pertanian, infrastruktur, jasa keuangan, serta mineral penting di kedua negara, kata Perdana Menteri Mark Carney.
Kesepakatan bilateral itu juga meningkatkan akses pasar, menyederhanakan aturan investasi, serta memperkuat kerja sama dalam standar dan praktik regulasi, yang dapat memudahkan perusahaan Kanada beroperasi di Indonesia, begitu pula sebaliknya, menurut Global Affairs Canada.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan perjanjian yang ditandatangani pada 24 September tersebut akan memberi dukungan besar bagi usaha kecil dan menengah di kedua negara, sekaligus memberdayakan perempuan dan mendukung penanganan perubahan iklim. Indonesia menargetkan emisi nol bersih pada 2060, sementara Ottawa menargetkan pada 2050.
“Di tengah lanskap global yang terus berubah, pemerintah baru Kanada mendiversifikasi dan memperkuat kemitraan kami untuk menciptakan kemakmuran, keamanan, serta peluang kerja berkualitas tinggi bagi pekerja Kanada,” kata Carney dalam pernyataannya pada 24 September.
Kedua pemimpin juga mengumumkan rencana aksi ke depan untuk mempererat hubungan Kanada-Indonesia. “Untuk mengarahkan keterlibatan di masa depan, kedua pemimpin menugaskan menteri luar negeri masing-masing untuk segera merampungkan Rencana Aksi Kanada-Indonesia 2026–2029, guna memperkuat komitmen kedua negara sebagai demokrasi pluralistik yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakatnya,” tulis PMO dalam pernyataan 24 September.
“Rencana Aksi ini akan menjadi peta jalan untuk kerja sama strategis yang berorientasi hasil, mencakup tiga pilar utama: kemitraan ekonomi, kerja sama politik dan pertahanan, serta hubungan antar masyarakat.”
Selain itu, perjanjian tambahan yang ditandatangani pada 24 September memperbarui nota kesepahaman sebelumnya antara Kanada dan Indonesia, memperkuat kerja sama pertahanan dalam pelatihan, keamanan maritim, pertahanan siber, serta komitmen dalam aliansi penjaga perdamaian.
Saat ini, Indonesia merupakan mitra dagang barang terbesar ketiga Kanada di kawasan Asia Tenggara, menurut PMO. Perdagangan dua arah antara kedua negara mencapai 5,6 miliar dolar tahun lalu. Sebagai perbandingan, Kanada mengekspor sekitar 547 miliar dolar barang ke Amerika Serikat tahun lalu, dan mengimpor sekitar 377 miliar dolar barang dari AS, menurut Global Affairs Canada.


