Rusia Berasumsi Trump Masih Berkomitmen Mencapai Perdamaian di Ukraina

EtIndonesia. Kremlin mengatakan pada hari Kamis (25/9) bahwa mereka berasumsi Presiden AS, Donald Trump masih berkomitmen untuk mencapai perdamaian di Ukraina, setelah pemimpin AS tersebut tiba-tiba mengubah retorikanya untuk mendukung Kyiv awal pekan ini.

Setelah bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, Trump mengatakan pada hari Selasa (24/9) bahwa dia yakin Kyiv dapat merebut kembali seluruh wilayahnya yang direbut Rusia, yang menguasai sekitar seperlima wilayah negara itu, dan bahwa Kyiv harus bertindak sekarang, mengingat Moskow menghadapi masalah ekonomi.

Wakil presiden Trump, JD Vance, mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa Trump menjadi “sangat tidak sabar” terhadap Rusia karena mereka tidak “memberikan cukup solusi untuk mengakhiri perang.”

“Jika Rusia menolak bernegosiasi dengan itikad baik, saya pikir itu akan sangat, sangat buruk bagi negara mereka. Itulah yang ditegaskan presiden. Ini bukan perubahan posisi. Ini adalah pengakuan atas realitas di lapangan,” kata Vance.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, yang diminta mengomentari pernyataan Vance dan apakah Rusia menganggapnya bertentangan dengan keinginan Washington untuk membantu mengakhiri perang, mengatakan:

“Tidak, tidak. Faktanya, kami melihat retorika yang berbeda dari Washington. Untuk saat ini, kami berasumsi bahwa Washington memiliki kemauan politik, dan Presiden Trump memiliki kemauan politik, untuk melanjutkan upaya menuju penyelesaian damai di Ukraina.

“Kami mendukung upaya ini, dan Rusia tetap terbuka untuk memasuki perundingan damai.”

Beberapa nasionalis Rusia berpendapat bahwa pernyataan Trump menunjukkan bahwa dia akan menjauhkan diri dari upaya untuk mengakhiri perang, yang kini telah memasuki lebih dari separuh tahun keempat. Kremlin sebelumnya mengatakan bahwa mereka yakin retorika Trump dipengaruhi oleh fakta bahwa ia baru saja bertemu Zelenskyy.

Belum jelas apakah Trump akan mendukung pernyataannya dengan perubahan tindakan AS. Beberapa analis dan pejabat Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa mereka yakin pernyataannya merupakan sinyal bagi Eropa bahwa sudah waktunya bagi para pemimpin benua itu untuk bertindak dan berbuat lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan Kyiv akan senjata dan pembiayaan.(yn)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine