Trump Isyaratkan Kemungkinan Keringanan Sanksi untuk Turkiye dalam Pertemuan dengan Erdogan

EtIndonesia. WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Gedung Putih pada 25 September untuk membahas kesepakatan Boeing dan berbagai isu lain, termasuk sengketa lama terkait pembelian sistem pertahanan udara Rusia oleh Ankara.

Trump mengatakan kedua negara melakukan banyak perdagangan dan akan terus melakukannya. “Mereka membuat produk luar biasa—benar-benar produsen hebat,” ujarnya di Ruang Oval. Ia menambahkan, pembicaraan juga mencakup upaya Turki membeli pesawat F-16 dan kemungkinan kembali ke program F-35.

Keputusan Turki membeli sistem pertahanan udara Rusia S-400 pada 2019 membuat Washington menjatuhkan sanksi terhadap industri pertahanan Turki serta menendang Ankara keluar dari program F-35. Saat ditanya soal keringanan sanksi, Trump menyebut kedua pihak punya tuntutan masing-masing namun optimistis bisa tercapai kesepakatan. “Anda akan tahu pada akhir hari ini,” katanya.

Erdogan dan delegasinya berada di Gedung Putih selama sekitar dua jam. Usai pertemuan, Trump mengatakan pembicaraan berjalan “sangat baik” sambil mengacungkan jempol. Ia menambahkan bahwa pembicaraan militer berlangsung positif, namun enggan merinci lebih lanjut. Dubes AS untuk Turki sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, memastikan kesepakatan pembelian pesawat Boeing sudah final.

Turkish Airlines disebut tengah mempertimbangkan pemesanan 250 unit pesawat Boeing—ekspansi besar mengingat maskapai nasional Turki itu kini mengoperasikan 485 pesawat. Trump juga mengungkap dirinya dan Erdogan berbicara dengan PM Israel Benjamin Netanyahu serta sejumlah pemimpin Timur Tengah, menyinggung adanya perkembangan signifikan terkait Gaza dan perdamaian kawasan.

Hubungan pribadi Trump dan Erdogan turut mencuat dalam pertemuan tersebut. Trump menyebut Erdogan tetap bersahabat bahkan ketika dirinya berada di luar pemerintahan. Erdogan membalas dengan menyebut pertemuan itu sebagai kesempatan membahas tuntas isu F-35, F-16, serta kasus Halkbank yang tengah diadili di AS.

Trump juga menyinggung kasus pastor Andrew Brunson, yang dibebaskan Ankara pada 2018 setelah Trump mengancam akan merusak ekonomi Turki. “Sekarang Pastor Brunson sehat dan bahagia. Kami sangat senang dengan itu,” ujarnya.

Trump menyoroti kedekatan Turki dengan Rusia dan Ukraina, menyebut peran Erdogan penting dalam meredakan konflik kawasan. Ia optimistis Turki akan mengurangi impor energi Rusia. “Saya yakin dia akan berhenti. Dia akan melakukan hal yang benar,” kata Trump.

Kunjungan Erdogan berlangsung di bawah pengamanan ketat, dengan seluruh akses jalan menuju Gedung Putih ditutup, serupa dengan pengamanan saat kunjungan Netanyahu sebelumnya. 

Erdogan sendiri menghadapi tekanan internasional setelah penangkapan dan pemberhentian Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu memicu aksi protes besar di Turki. Uni Eropa dan Jerman mengecam tindakan tersebut.

Meski Turki sekutu NATO, Kongres AS tetap kritis terhadap kedekatan Ankara dengan Moskow dan catatan HAM-nya. Hubungan Turki-Israel terkait Gaza dan Suriah juga menjadi tantangan bagi kebijakan AS. Namun pasca runtuhnya rezim Assad pada Desember 2024, Washington dan Ankara semakin selaras soal arah kebijakan di Suriah, termasuk soal integrasi Kurdi yang didukung AS ke dalam militer Suriah, meski dengan otonomi lebih besar daripada yang diinginkan Ankara.

Sumber : Theepochtimes.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine