EtIndonesia. Dahulu kala, ada dua suku. Suku A memiliki sejarah dan budaya yang panjang, serta kehidupan yang lebih maju dibanding yang lain. Dan Suku B adalah kelompok yang awalnya berasal dari Suku A, mereka pindah karena ingin mencari tanah yang lebih rata dan lebih baik untuk berkembang.
Suku A hidup harmonis dan damai. Dari generasi ke generasi, mereka menikmati hidup yang tenteram. Namun, ketenangan itu suatu hari hancur karena maraknya pencurian dan perampokan. Setelah diselidiki, ternyata para perampok itu bukan orang asing, melainkan sebagian anggota suku mereka sendiri—orang-orang malas dan enggan bekerja.
Sejak saat itu, suku A terjebak dalam lingkaran konflik panjang.
Sementara itu, meski awalnya Suku B memulai dari kondisi yang serba kekurangan, mereka justru hidup sangat kompak dan saling mendukung. Semua orang bekerja keras demi suku mereka. Dalam waktu hanya sepuluh tahun, mereka berkembang pesat hingga mencapai kemakmuran yang luar biasa. Hidup mereka makmur dan bahagia, tetapi juga timbul ambisi besar: mereka menginginkan wilayah yang lebih luas.
Akhirnya, Suku A—yang lemah dan tercerai-berai—menjadi incaran mereka.
Perang pun pecah. Tak perlu ditanya, hasilnya: Suku A kalah telak.
Pesan dari Kisah Ini
Cerita ini sebenarnya mengajarkan sebuah kebenaran yang sangat sederhana:
· Tanpa persatuan, sebuah kelompok pasti akan kalah.
· Dengan persatuan, sebuah kelompok mampu tumbuh kuat dan berjaya.
Maka, wahai anak muda, belajarlah untuk hidup bersatu dan bekerja keras. Jangan malas, jangan hanya mau enaknya sendiri. Hanya dengan tekad bulat dan persatuan, kita bisa membangun bangsa menjadi negara modern yang kuat dan disegani.(jhn/yn)


