EtIndonesia. Demi membalikkan kondisi bisnis yang tengah terpuruk, Starbucks pada Kamis (25/9/2025) mengumumkan rencana restrukturisasi senilai 1 miliar dolar AS, yang mencakup penutupan ratusan gerai di Amerika Utara serta gelombang kedua PHK di kantor pusat.
Menurut laporan CNBC, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), jumlah gerai Starbucks yang dikelola langsung perusahaan di Amerika Utara pada tahun fiskal 2025 diperkirakan akan berkurang bersih sekitar 1%, setelah memperhitungkan pembukaan gerai baru dan penutupan gerai lama.
Hingga akhir Juni, Starbucks memiliki 18.734 gerai di Amerika Utara, dan pada akhir September jumlah tersebut diperkirakan turun menjadi 18.300 gerai. Selain itu, sekitar 900 karyawan kantor pusat akan terkena PHK.
Ini merupakan gelombang PHK kedua sejak CEO Brian Niccol menjabat. Sebelumnya, awal tahun ini, perusahaan telah memangkas 1.100 karyawan kantor pusat.
Starbucks memperkirakan, dari total biaya restrukturisasi sebesar 1 miliar dolar AS, sekitar 90% terkait dengan bisnis di Amerika Utara, dan sebagian besar pengeluaran tersebut akan jatuh pada tahun fiskal 2025.
Sumber : NTDTV.com


