Pada Jumat (26/9/2025), Topan Bualoi melanda Pulau Luzon, Filipina, dengan kecepatan angin mencapai 110 km/jam. Topan ini menghantam wilayah yang baru saja dilanda topan Ragasa, merobohkan dinding bangunan, mencabut pohon dari akarnya, menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan memaksa sekitar 400 ribu orang mengungsi dari rumah mereka.
EtIndonesia. Gangguan tropis “92W” yang berada di perairan timur Filipina pada 24–25 September berkembang menjadi Topan Bualoi, topan ke-19 tahun ini.
Pada pagi harinya, badai tersebut berada di langit bagian tengah Filipina, bergerak cepat dengan kecepatan sekitar 40 km/jam. Diperkirakan malamnya akan memasuki Laut Tiongkok Selatan, lalu bergerak ke arah barat laut menuju pantai Vietnam dan Teluk Tonkin.
Menurut laporan AFP, di Provinsi Masbate, Luzon bagian selatan, atap sebuah gereja hancur diterjang angin kencang, membuat warga yang mengungsi terpaksa bersembunyi di bawah bangku gereja.
“Sekitar pukul 4 pagi, angin kencang menghancurkan pintu, jendela, dan langit-langit gereja. Ini salah satu angin terkuat yang pernah saya alami,” kata Insinyur kota Masbate, Jerome Martinez kepada AFP.
Ia menambahkan, sejumlah anak-anak mengalami luka ringan dan harus mendapat perawatan jahitan.
Pejabat pertahanan sipil, Bernardo Alejandro, dalam konferensi pers hari ini menyatakan bahwa sekitar 400 ribu orang telah mengungsi dari rumah mereka.
Sementara itu, petugas penyelamat Frandell Anthony Abellera dari Kota Masbate mengatakan kepada AFP: “Kami sedang membersihkan banyak pohon tumbang dan tiang listrik roboh. Banyak jalan tidak bisa dilalui. Angin jauh lebih kuat daripada hujan.”
Sumber : NTDTV.com


