Pada Rabu (24 September), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajukan “Rencana Damai 21 Poin” untuk situasi di Timur Tengah, dan telah mencapai konsensus dengan sejumlah pemimpin negara di kawasan tersebut. Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyatakan bahwa dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan ada terobosan besar dalam perundingan damai Gaza. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertolak ke AS untuk berpidato di Majelis Umum PBB dan kembali bertemu dengan Presiden Trump.
EtIndonesia. Pada Kamis (25 September), Presiden Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania, akhir dari perang Gaza sudah semakin dekat.
“Kami telah mengadakan sebuah pertemuan yang sangat sukses. Saya percaya banyak hal telah dicapai konsensus dalam pertemuan itu. Saya juga masih perlu bertemu dengan pihak Israel, itu juga harus dilakukan. Mereka jelas memahami apa yang saya tuntut, dan kami percaya hal ini (mengakhiri perang) akan terwujud,” katanya.
Sehari sebelumnya, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Witkoff, mengatakan bahwa dalam rangkaian pertemuan Trump dengan sejumlah pemimpin dunia di sela-sela Sidang Umum PBB pekan ini, Trump telah mengajukan “Rencana Damai 21 Poin” yang mencakup wilayah Gaza.
Pada Kamis pagi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertolak ke New York untuk menghadiri Majelis Umum PBB dan menyampaikan pidato. Saat berada di bandara, ia mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya akan segera mengadakan pertemuan keempat dengan Presiden Trump.
“Di Majelis Umum PBB, saya akan menyampaikan kebenaran kita — kebenaran warga Israel, kebenaran pasukan pertahanan kita, kebenaran bangsa kita. Saya akan mengecam para pemimpin yang bukan hanya tidak mengutuk para pembunuh, pemerkosa, dan pelaku pembakaran anak-anak, tetapi justru berusaha mendirikan negara bagi mereka di jantung wilayah Israel. Hal itu sama sekali tidak mungkin,” ujarnya.
Sementara itu, militer Israel terus melancarkan serangan terhadap target Hamas di Gaza. Pada Kamis dini hari, pasukan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Gaza utara.
Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa militer Israel juga melakukan serangan udara terhadap Houthi Yaman, sebagai balasan atas serangan drone yang dilakukan kelompok itu.
Sehari sebelumnya, layanan darurat Israel mengkonfirmasi bahwa sebuah drone yang ditembakkan dari Yaman menyerang kota pelabuhan Eilat, Israel, dan menyebabkan sedikitnya 20 orang terluka.
Militer Israel mengatakan bahwa sejak pecahnya perang, lebih dari 98% drone yang ditembakkan Houthi dari Yaman telah berhasil dicegat.
Sumber : NTDTV.com


