Pada Jumat (26 September), bertepatan dengan Sidang Majelis Umum PBB di New York, kamera eksklusif NTD menangkap momen sekelompok besar massa yang mengibarkan “bendera berdarah lima bintang” Partai Komunis Tiongkok (PKT) di sekitar lokasi sidang. Mereka tampak berada di bawah arahan tokoh komunitas pro-Beijing, bahkan ada yang terlihat membagikan uang di tempat kejadian.
EtIndonesia. Saat Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menyampaikan pidatonya di PBB, di luar gedung muncul kerumunan orang yang membawa bendera PKT. Di antaranya tampak tokoh komunitas keturunan Tiongkok di AS yang pro-Beijing, yaitu Chen Shanzhuang, Ketua United Chinese Association of America. Ia terlihat mengatur massa di luar gedung, bahkan sempat marah-marah dan berteriak dalam bahasa Fuzhou: “Mana yang lebih penting, muka kalian atau hal lain….” Wartawan juga melihat Chen Heng, Ketua American Fujian Association, hadir di lokasi.
Tak lama kemudian, wartawan mengikuti rombongan pembawa bendera itu dan merekam pemimpin mereka membagikan uang. Dalam video terlihat orang itu menggenggam setumpuk uang tunai, sementara seseorang dengan bahasa Fuzhou menyebutkan berapa banyak uang yang diberikan dan mengajak untuk “nanti pergi minum teh.”
“Saya pikir mereka tidak datang sepenuhnya dengan sukarela. Mereka datang karena ada organisasi, ada bayaran. Mereka hadir di bawah tekanan, ancaman, dan bujukan dari PKT,” kata seniman patung anti-PKT, Chen Weiming.
Ketua Aliansi Demokrasi dan HAM Tiongkok, Jin Xiuhong, menambahkan: “Mereka mengikuti komando komunis. Mereka ikut karena uang. PKT kasih mereka puluhan dolar, atau seratus–dua ratus dolar, berapapun jumlahnya, mereka rela menjual hati nuraninya.”
Maret tahun lalu, Chen Shanzhuang tercatat sebagai satu-satunya “warga Amerika” dari kalangan diaspora yang diundang menghadiri salah satu dari dua pertemuan politik tahunan PKT, yaitu Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC). Organisasi ini merupakan lembaga tertinggi dalam sistem Front Persatuan PKT, yang tujuannya memperluas pengaruh PKT di Tiongkok maupun di seluruh dunia.
Sementara itu, saat Li Qiang berpidato, suara protes juga terus bergema. Termasuk konvoi “Menuntut Pertanggungjawaban atas Virus PKT” yang berangkat dari California awal bulan ini, ikut beraksi di sekitar PBB, mengecam infiltrasi PKT di AS dan penindasan lintas negara.
Chen Weiming berkata: “Kami berharap (Amerika) membuat undang-undang untuk menuntut PKT bertanggung jawab, menuntut ganti rugi, menagih darah yang terhutang. Karena nyawa dan kerugian harta benda yang ditimbulkan terlalu banyak.”
Jin Xiuhong menambahkan: “Kami berharap pemerintah AS benar-benar mengambil tindakan, lewat undang-undang menambah sanksi pada PKT, agar para perusak keamanan Amerika itu diusir kembali ke Tiongkok.”
Sumber : NTDTV.com


