EtIndonesia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memperingatkan seluruh negara Eropa bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin berpotensi memperluas konflik bersenjata ke luar Ukraina, termasuk ke wilayah negara-negara anggota Uni Eropa dan NATO.
Bukti Ancaman Drone Rusia
Dalam pernyataannya, Zelenskyy mengungkapkan bahwa pihak militer Ukraina menemukan pola operasi drone Rusia yang mengarah ke wilayah Eropa Timur.
- Total 92 drone Rusia dilaporkan dikirim ke arah Polandia dalam beberapa pekan terakhir.
- Dari jumlah itu, 19 unit berhasil menembus wilayah udara Polandia, meski sebagian berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara setempat. Menurut Zelenskyy, hal ini menjadi sinyal jelas bahwa Rusia tidak lagi membatasi serangan hanya di Ukraina, melainkan mencoba menguji kesiapan dan respons negara-negara NATO.
Respons Keras dari Negara Eropa
Peringatan Zelenskyy mendapat respons serius dari sejumlah negara besar Eropa:
- Jerman menegaskan ancaman drone Rusia “sangat serius.” Berlin berencana melakukan revisi hukum pertahanan agar militer Jerman memiliki kewenangan penuh menembak jatuh drone asing yang masuk ke wilayah udara nasional tanpa izin.
- Denmark mengumumkan larangan total terhadap penerbangan drone sipil mulai 29 September hingga 3 Oktober 2025. Kebijakan ini diambil demi menjamin keamanan KTT Eropa di Kopenhagen, yang diperkirakan akan menjadi target potensial provokasi Rusia.
- NATO segera meningkatkan kesiagaannya. Aliansi pertahanan tersebut menambah kapal perang dengan sistem pertahanan udara canggih di Laut Baltik. Selain itu, NATO juga meluncurkan misi baru bernama “Eastern Sentinel”, yang berfokus pada deteksi dan penghancuran ancaman drone maupun rudal di kawasan Eropa Timur.
Situasi Keamanan Makin Rawan
Peringatan Zelenskyy muncul di tengah eskalasi perang Rusia–Ukraina yang terus meningkat. Kyiv menilai Rusia berusaha memperluas dimensi konflik agar menciptakan ketidakstabilan di seluruh Eropa. Para analis militer memperkirakan, jika pola serangan drone ke Polandia dan negara Baltik terus berlanjut, risiko bentrokan langsung antara Rusia dan NATO semakin besar.
Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina bukan hanya membela kedaulatannya, melainkan juga menjadi benteng pertama dalam menjaga keamanan Eropa.
“Jika Putin tidak dihentikan di Ukraina, maka negara-negara Eropa berikutnya akan menghadapi ancaman serupa,” tegasnya.


