EtIndonesia. Vietnam mengevakuasi ribuan orang dari provinsi-provinsi tengah dan utara pada hari Minggu (28/9) karena Topan Bualoi bergerak cepat menuju negara itu lebih cepat dari yang diperkirakan dan diperkirakan akan mendarat di kemudian hari.
Bualoi telah menewaskan sedikitnya 20 orang di Philipina tengah sejak Jumat, sebagian besar akibat tenggelam dan tertimpa pohon tumbang, serta memutus aliran listrik di beberapa kota, kata para pejabat. Badai tersebut memaksa sekitar 23.000 keluarga mengungsi ke lebih dari 1.400 tempat penampungan darurat.
Topan tersebut diperkirakan akan membawa angin berkecepatan hingga 133 km/jam (83 mph), gelombang badai lebih dari satu meter, dan hujan lebat yang dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor.
Badan Meteorologi Vietnam mengatakan Bualoi berada sekitar 200 kilometer di timur Vietnam tengah pada Minggu dini hari dan bergerak ke arah barat laut. Topan ini diperkirakan akan mendarat di antara Provinsi Quang Tri dan Nghe An.
Pihak berwenang mengandangkan kapal-kapal nelayan di wilayah utara dan tengah serta memerintahkan evakuasi. Media pemerintah melaporkan Da Nang berencana merelokasi lebih dari 210.000 orang, sementara Hue bersiap untuk memindahkan lebih dari 32.000 penduduk pesisir ke tempat yang lebih aman.
Otoritas Penerbangan Sipil mengatakan operasi dihentikan di empat bandara pesisir, termasuk Bandara Internasional Da Nang, dengan beberapa penerbangan dijadwal ulang.
Hujan deras telah mengguyur provinsi-provinsi tengah sejak Sabtu malam. Di Hue, banjir menggenangi jalan-jalan di dataran rendah, badai merobohkan atap-atap, dan setidaknya satu orang dilaporkan hilang setelah tersapu banjir.
Di provinsi tetangga, Quang Tri, sebuah kapal nelayan tenggelam dan satu lagi terdampar saat mencari perlindungan. Delapan orang telah diselamatkan sementara upaya sedang dilakukan untuk menyelamatkan tiga orang lainnya di laut, kata media pemerintah.
Para peramal cuaca memperingatkan hujan lebat lebih lanjut hingga 1 Oktober, yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di provinsi-provinsi utara dan tengah.
Bualoi adalah badai besar kedua yang mengancam Asia dalam seminggu. Topan Ragasa, salah satu topan terkuat yang melanda dalam beberapa tahun terakhir, menewaskan sedikitnya 28 orang di Philipina utara dan Taiwan sebelum mendarat di Tiongkok dan menghilang pada hari Kamis di Vietnam.
Pemanasan global membuat badai seperti Wipha lebih kuat dan lebih basah, menurut para ahli, karena lautan yang lebih hangat menyediakan lebih banyak bahan bakar bagi badai tropis, mendorong angin yang lebih kencang, curah hujan yang lebih tinggi, dan mengubah pola curah hujan di seluruh Asia Timur.(yn)


