EtIndonesia. HANOI, Vietnam — Vietnam mengevakuasi ribuan orang dari provinsi-provinsi di wilayah tengah dan utara pada Minggu (28/9/2025), ketika Topan Bualoi bergerak menuju negara itu lebih cepat dari perkiraan dan mendarat pada Senin dini hari.
Badai tersebut menghantam daratan di provinsi pesisir utara Ha Tinh. Peramal cuaca mengatakan badai akan bergerak ke pedalaman sebelum melemah saat menuju barat laut ke daerah perbukitan Ha Tinh dan provinsi tetangga Nghe An.
Bualoi telah menewaskan sedikitnya 20 orang di Filipina tengah sejak Jumat (26/9/2025), sebagian besar akibat tenggelam dan tertimpa pohon tumbang, serta memutus aliran listrik di sejumlah kota dan kabupaten, menurut pejabat setempat. Sekitar 23.000 keluarga terpaksa dievakuasi ke lebih dari 1.400 tempat penampungan darurat.
Di Vietnam, topan ini diperkirakan membawa angin kencang hingga 133 km/jam, gelombang badai setinggi lebih dari satu meter, serta hujan lebat yang dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor.
Media pemerintah melaporkan lebih dari 347.000 keluarga kehilangan aliran listrik akibat badai. Hembusan angin kencang mencabut atap seng di sepanjang jalan raya dan merobohkan tiang beton.
Di komune Phong Nha, sekitar 45 kilometer dari Dong Hoi, warga menggambarkan adanya “tiupan angin yang mengerikan” disertai hujan deras.
“Tidak ada yang berani keluar rumah,” kata Le Hang, seorang warga kepada media pemerintah VNExpress.
Pemerintah melarang kapal-kapal nelayan beroperasi di wilayah tengah dan utara serta memerintahkan evakuasi. Media pemerintah melaporkan kota pesisir Da Nang berencana memindahkan lebih dari 210.000 orang, sementara Hue di sebelah utaranya bersiap mengevakuasi lebih dari 32.000 warga pesisir ke tempat lebih aman.
Otoritas Penerbangan Sipil mengatakan operasi di empat bandara pesisir, termasuk Bandara Internasional Danang, ditangguhkan dengan sejumlah penerbangan dijadwal ulang.
Hujan deras telah mengguyur provinsi-provinsi tengah sejak Sabtu malam. Di Hue, banjir merendam jalan-jalan rendah, badai mencabut atap rumah, dan sedikitnya satu orang dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir.
Di provinsi tetangga Quang Tri, sebuah kapal nelayan tenggelam dan kapal lainnya kandas saat mencari perlindungan. Sembilan orang berhasil diselamatkan, sementara upaya penyelamatan terhadap dua orang lainnya masih berlangsung, menurut media pemerintah.
Seorang remaja berusia 16 tahun juga tewas pada Minggu di provinsi tersebut akibat tersengat listrik saat hujan deras dan angin kencang. Ia sedang bepergian bersama temannya di jalan desa ketika kecelakaan itu terjadi.
Topan diperkirakan akan bergerak lambat, membawa angin kencang dan hujan berkepanjangan yang meningkatkan risiko kerusakan dan banjir, kata Dr. Hoang Phuc Lam, wakil direktur Pusat Nasional Peramalan Hidro-Meteorologi, dikutip dari surat kabar pemerintah.
Peramal cuaca memperingatkan kemungkinan hujan deras hingga 1 Oktober, yang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di provinsi-provinsi utara dan tengah.
Bualoi adalah badai besar kedua yang mengancam Asia dalam sepekan terakhir. Topan Ragasa, salah satu yang terkuat dalam beberapa tahun, menewaskan sedikitnya 28 orang di Filipina utara dan Taiwan sebelum menghantam Tiongkok dan melemah di atas Vietnam pada Kamis (25/9/2025).
Sumber : The Associated Press


