EtIndonesia. Pengadilan di Prancis telah melanjutkan kasus penerbangan AF447, yang jatuh 16 tahun lalu dan merenggut 228 nyawa, mengungkap detail baru tragedi tersebut, lapor Reuters.
Sidang baru telah dimulai di Prancis terhadap Air France dan Airbus terkait kecelakaan AF447 yang terjadi 16 tahun lalu. Pada tahun 2009, sebuah Airbus A330 yang terbang dari Rio de Janeiro ke Paris jatuh ke Samudra Atlantik, menewaskan seluruh 228 orang di dalamnya.
Pada tahun 2023, pengadilan Prancis membebaskan kedua perusahaan dari tuduhan pembunuhan tidak disengaja, karena tidak menemukan cukup bukti untuk menetapkan hubungan sebab akibat langsung antara tindakan mereka dan kecelakaan tersebut. Jaksa mengajukan banding atas keputusan tersebut, dan kini pengadilan banding telah memulai persidangan baru selama dua bulan, yang akan mencakup pemeriksaan bukti secara menyeluruh.
Setelah dua tahun mencari kotak hitam, para penyelidik menyimpulkan bahwa tragedi itu terjadi akibat tindakan kru yang salah setelah sensor kecepatan udara membeku. Pilot gagal merespons peringatan darurat dengan tepat, yang menyebabkan stall aerodinamis dan jatuhnya pesawat.
Investigasi juga menemukan bahwa Airbus menyadari adanya masalah pada sensor Pitot, yang mengukur kecepatan udara, tetapi bereaksi lambat. Di saat yang sama, Air France dikritik karena kurangnya pelatihan pilot untuk menangani keadaan darurat semacam itu.
Pengadilan sebelumnya mengidentifikasi beberapa kasus kelalaian oleh kedua perusahaan, empat oleh Airbus dan satu oleh Air France, tetapi memutuskan bahwa kasus-kasus tersebut tidak cukup untuk pertanggungjawaban pidana.
Jaksa penuntut bersikeras bahwa persidangan baru ini tidak hanya memiliki makna hukum tetapi juga simbolis. Mereka yakin proses ini akan memberikan efek katarsis bagi keluarga korban, yang telah mencari keadilan selama bertahun-tahun. Denda maksimum yang dapat dikenakan kepada kedua perusahaan jika terbukti bersalah adalah €225.000, tetapi kasus ini memiliki nilai preseden penting bagi penerbangan Prancis dan global.
Dalam sidang pertama, yang dimulai pada hari Senin pukul 13:30 waktu setempat, para eksekutif Airbus dan Air France-KLM diperkirakan akan memberikan kesaksian.
Yang diketahui tentang tragedi AF447
Pada tanggal 1 Juni 2009, sebuah Airbus A330-200 dengan penerbangan AF447 dari Rio de Janeiro, Brasil, menuju Paris, Prancis, jatuh di Samudra Atlantik utara sekitar pertengahan rute.
Seluruh 228 orang di dalamnya tewas.
Kecelakaan AF447 menjadi salah satu tragedi paling terkenal dalam sejarah penerbangan, yang menyebabkan perubahan standar pelatihan pilot dan peningkatan sistem keselamatan teknis di seluruh dunia. (yn)


