EtIndonesia. Pada Sabtu (27/9/2025), ribuan orang turun ke jalan di Buenos Aires, Argentina, menuntut keadilan bagi tiga gadis remaja yang menjadi korban penyiksaan dan pembunuhan brutal. Kejahatan keji yang terkait dengan geng narkoba ini disiarkan langsung melalui media sosial, memicu kemarahan publik di seluruh negeri.
Ketiga korban adalah sepupu Morena Verdi (20 tahun) dan Brenda Del Castillo (20 tahun), serta Lara Gutierrez (15 tahun). Mereka dilaporkan hilang selama lima hari sebelum akhirnya ditemukan pada 24 September, terkubur di halaman sebuah rumah di pinggiran selatan Buenos Aires.
Kepala Dinas Keamanan Provinsi Buenos Aires, Javier Alonso, mengungkapkan bahwa polisi mengetahui keberadaan rekaman video tersebut setelah menginterogasi seorang tersangka yang ditahan, yang kemudian memberikan informasi kepada penyidik.
Media Argentina melaporkan bahwa para pelaku melakukan penyiksaan dengan cara kejam, termasuk memotong jari, mencabut kuku, memukuli, hingga membuat korban sesak napas.
Menurut penyidik, proses penyiksaan itu disiarkan langsung di Instagram dan ditonton oleh 45 akun pribadi. Ketiga korban diduga dijebak dan dipaksa masuk ke dalam sebuah van.
Kasus ini disebut sebagai aksi “hukuman” karena para korban dituduh melanggar aturan geng, sekaligus untuk memberikan “efek jera”. Dalam video tersebut, terdengar suara salah satu pemimpin geng berkata: “Inilah akibatnya kalau mencuri narkoba saya.”
Dalam aksi protes, keluarga korban membawa spanduk dengan nama serta foto ketiga gadis tersebut, berjalan bersama demonstran menuju gedung parlemen.
Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan seperti: “Ini adalah femisida narkoba!” dan “Hidup kami bukan untuk dibuang!”
Menteri Keamanan Nasional Argentina, Patricia Bullrich, pada 26 September mengumumkan penangkapan tersangka kelima, sehingga total ada lima orang yang ditahan dalam kasus ini, terdiri dari tiga pria dan dua wanita. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


