EtIndonesia. Setelah Rusia melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap Ukraina pada 28 September 2025 dini hari, jet tempur Polandia segera dikerahkan untuk memastikan keamanan wilayah udaranya. Sementara itu, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia telah mengalami pemadaman listrik selama empat hari berturut-turut. Pada 27 September, Ukraina dan Rusia saling menuduh pihak lawan menyerang jalur listrik.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan bahwa hingga pukul 03.00 GMT (11.00 waktu Beijing) pada 28 September, seluruh wilayah Ukraina berada dalam status siaga serangan udara.
Terkait serangan Rusia tersebut, militer Polandia menegaskan lewat unggahan di platform X: “Pesawat Polandia dan sekutu telah beroperasi di wilayah udara kami untuk menjamin keamanan dan melindungi warga.”
Menurut situs pelacak penerbangan real-time Flightradar24, Polandia sempat menutup wilayah udara di dekat kota Lublin dan Rzeszow di bagian tenggara, guna mengantisipasi “aktivitas militer tak terjadwal yang berkaitan dengan keamanan nasional.”
Sementara itu, PLTN Zaporizhzhia — fasilitas nuklir terbesar di Eropa — sudah padam selama empat hari. Walau pemadaman listrik kerap terjadi karena letaknya dekat garis depan, kali ini menjadi yang terpanjang sejak perang dimulai. Para pakar memperingatkan risiko kecelakaan bisa meningkat.
Pada 27 September, Ukraina dan Rusia saling menuding pihak lain menyerang jalur listrik yang memasok PLTN tersebut. Sejak awal invasi pada 2022, Zaporizhzhia telah berada di bawah kendali Rusia.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, menulis di X: “Akibat tindakan Rusia, PLTN Zaporizhzhia sudah empat hari tanpa listrik.”
Sementara itu, pihak Rusia menyebut bahwa sejak 23 September — setelah Ukraina menyerang jaringan listrik — PLTN Zaporizhzhia tetap mendapat suplai melalui generator cadangan.
Operator PLTN yang didukung Moskow menyampaikan di Telegram: “Sejak 23 September 2025, pasokan listrik di PLTN Zaporizhzhia disediakan oleh generator diesel cadangan.”
Mereka menambahkan bahwa persediaan bahan bakar diesel “cukup” untuk mendukung operasi dalam waktu lama, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Sumber : NTDTV.com


