EtIndonesia. Rusia selama bertahun-tahun menghadapi masalah serius dengan alkoholisme. Bulan ini, kasus keracunan alkohol kembali terjadi di wilayah barat negara itu. Pada Sabtu (27 September), tim penyidik Rusia melaporkan jumlah korban tewas akibat keracunan alkohol meningkat menjadi 25 orang, di mana hasil pemeriksaan menemukan kandungan metanol mematikan dalam tubuh para korban.
Menurut laporan AFP, Komite Investigasi Rusia (Investigative Committee) yang menangani kejahatan serius menyatakan, jenazah para korban dikirim dari Distrik Volosovsky, Wilayah Leningrad, ke lembaga terkait secara bertahap sejak 10 hingga 17 September.
Sebelumnya, komite tersebut menyampaikan bahwa hasil autopsi terhadap enam korban menunjukkan kadar metanol yang sangat tinggi atau mencapai tingkat mematikan. Dengan temuan ini, jumlah kematian akibat keracunan alkohol pada bulan ini meningkat menjadi 25 orang.
Penyidik juga mengkonfirmasi bahwa tiga tersangka telah ditahan dan saat ini menunggu proses persidangan.
Kasus kematian massal akibat miras oplosan murah bukanlah hal baru di Rusia. Meski jumlahnya sudah menurun dibandingkan puncaknya pada tahun 1990-an, insiden semacam ini masih sering terjadi.
Awal pekan ini, dua tersangka dijatuhi hukuman hampir 10 tahun penjara karena memproduksi dan menjual sari apel oplosan yang menyebabkan 50 orang tewas pada tahun 2023.
Sumber : NTDTV.com


