Provinsi Guangdong, Tiongkok  Kembali Memberlakukan Lockdown, Pasien Chikungunya yang Melarikan Diri Dihukum 

EtIndonesia.  Pada 28 September 2025, wabah Chikungunya merebak di Kota Jiangmen, Provinsi Guangdong, Tiongkok.  Pemerintah kembali memberlakukan langkah lockdown. Beberapa pintu masuk kompleks perumahan ditutup. Bahkan, banyak petugas pencegahan epidemi berpakaian hazmat dikerahkan. Ada pasien yang melarikan diri dari rumah sakit lalu dikenai hukuman.

Biro Pengendalian Penyakit Menular Provinsi Guangdong pada 28 September merilis data terbaru. Dalam sepekan (21–27 September), terdapat 3.153 kasus baru chikungunya di seluruh provinsi.

Rinciannya:

  • Jiangmen (daerah terparah): 2.927 kasus
  • Foshan: 78 kasus
  • Guangzhou: 68 kasus
  • Shenzhen: 22 kasus
  • Zhuhai: 13 kasus
  • Dongguan: 7 kasus
  • Qingyuan & Zhanjiang: masing-masing 6 kasus
  • Zhaoqing: 5 kasus
  • Shantou: 4 kasus
  • Shaoguan, Meizhou, Zhongshan & Chaozhou: masing-masing 3 kasus
  • Maoming, Huizhou, Shanwei, Yangjiang & Yunfu: masing-masing 1 kasus

Kang Min, Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Guangdong, menyatakan bahwa Jiangmen telah mengaktifkan respons darurat kesehatan masyarakat tingkat III. Ia mengingatkan bahwa menjelang libur panjang “Hari Nasional” dan Festival Pertengahan Musim Gugur, mobilitas penduduk akan meningkat sehingga risiko penyebaran semakin tinggi. Karena itu, upaya pengendalian tidak boleh kendor.

Video di media sosial Tiongkok memperlihatkan pada 28 September, pasukan petugas pencegahan epidemi dalam jumlah besar memasuki beberapa kompleks, sebagian sudah ditutup.

Seorang warga yang merekam berkata: “Dikunci, dikunci, pintunya sudah ditutup.” Gambar menunjukkan di sebuah kompleks di Taishan (kota administratif di bawah Jiangmen), gerbangnya ditutup rapat dan warga dilarang keluar.

Banyak warganet mengeluh dengan meninggal tulisan :

  • “Baju biru ini mirip yang sering kita lihat beberapa tahun lalu.”
  • “Perlu banget? Penyakit ini kan tidak menular antar manusia.”
  • “Lebay sekali, hanya karena nyamuk kok sampai segitunya.”
  • “Semoga cepat buka lagi.”
  • “Bagaimana pun dicegah, tidak ada gunanya. Nyamuk sudah kebal, obat serangga tidak mempan.”

Menurut laporan media resmi, baru-baru ini seorang pasien chikungunya di Distrik Xinhui, Jiangmen, tidak mau bekerja sama dalam isolasi. Saat dirawat di rumah sakit, ia dua kali kabur dari ruang isolasi dan akhirnya dikenai sanksi administratif.

Pada 28 September, sebuah taman di Kota Jiangmen ditutup.
Pada 28 September, sebuah taman di Kota Jiangmen ditutup. (Tangkapan layar video)

Video lain memperlihatkan sebuah taman umum di Jiangmen ditempeli pengumuman penutupan selama seminggu. Sebuah pasar tradisional juga ditutup.

Seorang warga berkata dalam rekaman: “Hari ini lihat pasar ditutup, katanya ada orang yang kabur. Waktu COVID dulu saja kota tidak sampai ditutup, sekarang malah ditutup.”

Ada pula komentar warga: “Di Taishan juga ada yang kabur.”

Banyak warganet lokal mengungkapkan dengan sejumlah tulisan :

  • “Kalau kena harus diisolasi.”
  • “Begitu ada kasus, langsung ditetapkan sebagai daerah bencana berat.”
  • “Di Xinhui katanya ada polisi bersenjata dikerahkan untuk menyemprot nyamuk.”

Banyak video lainnya menunjukkan Jiangmen melakukan penyemprotan disinfektan skala besar. Asap desinfektan menyelimuti seluruh kota. Warga pun mengeluh dengan mengatakan: “Nyamuknya belum mati, orang-orang sudah pusing jatuh satu per satu.”

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine