Awal tahun fiskal baru pemerintah federal Amerika Serikat akan dimulai pada 1 Oktober 2025. Jika hingga 30 September dini hari kedua partai belum mencapai kesepakatan untuk meloloskan undang-undang alokasi anggaran atau rancangan perpanjangan dana sementara, maka pemerintah akan ditutup mulai 1 Oktober.
Pejabat Gedung Putih menyatakan, pada Senin (29/9/2025), Presiden Trump akan bertemu dengan para pemimpin kedua partai di Kongres untuk membahas masalah pendanaan pemerintah guna menghindari penutupan. Berikut laporan koresponden Gedung Putih, Zhang Liang.
EtIndonesia. Tinggal kurang dari dua hari sebelum tahun fiskal baru dimulai. Kongres AS paling lambat pada Selasa (30 September) harus meloloskan legislasi untuk mendanai 438 lembaga pemerintah agar operasional tetap berjalan. Jika tidak, sebagian pemerintahan akan ditutup.
Menurut catatan Kongres, sejak 1981 pemerintah sudah ditutup sebanyak 14 kali. Banyak di antaranya hanya berlangsung satu-dua hari. Penutupan terakhir, sekaligus yang terlama, terjadi dari Desember 2018 hingga Januari 2019, yaitu pada masa jabatan pertama Trump. Saat itu, perselisihan antara Presiden dan Kongres mengenai keamanan perbatasan membuat penutupan berlangsung 35 hari.
Selama penutupan, ratusan ribu pegawai federal terpaksa cuti tanpa gaji. Layanan mulai dari kantor pajak hingga pembersihan sampah di taman nasional terganggu, bahkan menimbulkan kerugian ekonomi sekitar 3 miliar dolar AS.

Namun, sektor inti seperti militer, penjaga perbatasan, keamanan publik, layanan pos, dan kepolisian tetap berjalan normal.
Saat ini, kedua partai di Senat masih menemui jalan buntu soal anggaran. Presiden Trump kemungkinan akan berupaya mendapatkan dana operasional pemerintah untuk tujuh minggu terlebih dahulu, agar ada waktu tambahan untuk bernegosiasi.
“Kami akan terus berdialog dengan Demokrat. Tapi saya rasa negara ini pada akhirnya kemungkinan besar akan berada dalam kondisi tertutup selama beberapa waktu. Kami akan mengurus urusan militer, jaminan sosial, dan hal-hal penting lainnya. Banyak hal yang diperjuangkan Demokrat, dalam banyak kasus memang baik, tetapi tidak akan bisa dibiayai,” ujar Presiden AS Donald Trump.
Pada Senin (29/9), Trump akan bertemu dengan pimpinan kedua partai di Senat dan DPR untuk mencari jalan agar pemerintah tetap beroperasi.
Di tengah tekanan anggaran federal, risiko pemutusan hubungan kerja bagi pegawai federal semakin meningkat. Sebelumnya, Presiden Trump menuntut agar pada tahun fiskal 2026 jumlah pegawai pemerintah federal dipangkas 5% dibanding tahun fiskal 2025, artinya lebih dari 114.000 posisi akan dihapus.
Sementara itu, topik lain yang juga sangat diperhatikan publik adalah, Menteri Pertahanan yang kini disebut Menteri Perang, Pete Hegseth mengumpulkan sekitar 800 jenderal militer AS dari seluruh dunia untuk pertemuan di Virginia pada 30 September. Presiden Trump juga menyatakan akan hadir.
Reporter NTD melaporkan, Presiden AS Donald Trump menyatakan ia berencana menghadiri pertemuan para jenderal global AS di Quantico, Virginia. Menteri Perang Pete Hegseth akan menyampaikan pidato langsung.
Sejak menjabat, Hegseth terus mendorong penyederhanaan struktur personel militer dan peningkatan kekuatan tempur. Pada Mei lalu, ia memerintahkan agar jumlah jenderal bintang empat dikurangi 20%, sedangkan jenderal dengan pangkat lain dipangkas 10%.
Pentagon menyebutkan, dalam beberapa bulan ke depan sekitar 60.000 pegawai sipil akan dipangkas melalui program pengunduran diri sukarela dan pensiun dini. Posisi-posisi itu juga tidak akan diisi kembali.
Seiring mandeknya perundingan damai Rusia–Ukraina, serangan drone Rusia yang terus memasuki wilayah udara NATO, serta ambisi PKT yang kian menguat di kawasan Indo-Pasifik, diyakini Presiden Trump akan semakin menekankan pada penguatan militer AS untuk menghadapi perubahan situasi global di masa depan.
Sumber : NTDTV.com


