Dunia Terkejut! Taliban Tutup Internet Afghanistan, Ribuan Mahasiswi dan Pekerja Lumpuh

EtIndonesia. Pemerintah Taliban memutus akses internet di seluruh Afghanistan tanpa batas waktu. Keputusan ini diumumkan secara sepihak pada Selasa (23 September 2025), dan langsung menimbulkan gelombang kecaman internasional.

Dampak Sosial: Kaum Perempuan Jadi Korban Terbesar

Sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021, ruang gerak perempuan di Afghanistan semakin dipersempit. Akses ke pendidikan, pekerjaan, hingga kebebasan publik dibatasi secara ketat. Internet selama ini menjadi satu-satunya jendela bagi perempuan untuk belajar, bekerja, dan berkomunikasi dengan dunia luar.

Kini, pintu itu pun ditutup rapat.

  • Noori (34 tahun), seorang mahasiswi program kuliah daring internasional, mengaku kehilangan kesempatan menyelesaikan studinya. “Saya sudah hampir lulus. Semua hancur hanya dalam satu malam,” ujarnya.
  • Zabi, mantan jurnalis, mendirikan kursus online bahasa Inggris untuk 45 siswi perempuan. Ironisnya, saat para siswi tengah mengikuti ujian IELTS, jaringan internet diputus. “Mereka menangis. Semua usaha mereka sia-sia,” kata Zabi.

Dampak Ekonomi: Bisnis dan Bandara Lumpuh

Pemutusan internet ini juga melumpuhkan aktivitas ekonomi Afghanistan:

  • Bisnis transfer uang internasional tak bisa beroperasi.
  • Pasar daring yang menjadi sandaran banyak keluarga miskin berhenti total.
  • Bandara Internasional Kabul mengalami kekacauan, karena sistem tiket, manifest penerbangan, dan koordinasi logistik bergantung pada jaringan internet.

“Afghanistan kini seperti kembali ke abad lampau,” ungkap seorang pedagang di Kabul.

Akses Internet Sebelum Pemutusan: Sudah Sangat Mahal

Bahkan sebelum diputus total, internet di Afghanistan termasuk yang termahal di dunia.

  • Harga paket 100GB data seluler mencapai Rp1,6 juta.
  • Sementara pendapatan rata-rata tahunan warga Afghanistan hanya sekitar Rp 4,5 juta.

Dengan biaya tinggi itu pun, aksesnya sering lambat dan tidak stabil. Kini, rakyat sama sekali tidak bisa mengakses informasi global.

Reaksi dan Kekhawatiran Internasional

Sejumlah organisasi hak asasi manusia mengecam keras kebijakan Taliban ini. Amnesty International menyebut langkah tersebut sebagai “upaya sistematis Taliban untuk memutus rakyat Afghanistan dari dunia luar, terutama kaum perempuan.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa keputusan tersebut akan memperburuk isolasi sosial, ekonomi, dan politik Afghanistan, serta memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah parah sejak Taliban kembali berkuasa.

Kesimpulan:
Pemutusan internet nasional pada 23 September 2025 menjadi pukulan telak bagi rakyat Afghanistan. Di satu sisi, Taliban beralasan langkah ini dilakukan demi “keamanan nasional”, namun di sisi lain, dunia melihatnya sebagai bentuk penindasan terhadap kebebasan sipil, terutama perempuan. Bagi jutaan warga, terutama generasi muda, masa depan kini kian gelap.

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine