EtIndonesia. Pada Selasa (30/9/2025), Departemen Perang Amerika Serikat secara tidak biasa mengumpulkan para jenderal senior dari seluruh dunia dalam sebuah pertemuan di Quantico, Virginia, dengan fokus pada pemulihan penuh kekuatan militer AS. Presiden Donald Trump hadir dan memberikan pidato, menekankan perlunya membangkitkan kembali semangat “pejuang.”
Laporan reporter NTD Zhang Liang menyebutkan pertemuan semacam ini memang sangat jarang terjadi. Menyinggung tujuan pertemuan ini, Trump sempat menjawab pertanyaan wartawan sebelum berangkat.
Reporter: “Mengapa Presiden mengumpulkan semua jenderal di Departemen Perang untuk berpidato?”
Presiden AS Donald Trump: “Sebenarnya ini hanya soal semangat tim. Anda tahu apa itu semangat tim? Ini hanya untuk menyemangati mereka. Itu hal yang baik. Hal seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya, karena mereka datang dari seluruh dunia, tentu saja ada biaya, meski tidak banyak. Kami tidak suka membuang-buang sumber daya ini. Terus terang, kami lebih suka menghabiskan uang untuk peluru dan roket. Tapi ini adalah satu-satunya kesempatan di mana kami harus benar-benar meningkatkan moral. Dan saya yakin ini akan luar biasa.”
Selanjutnya, dalam pidatonya kepada para jenderal, Trump mengumumkan bahwa pemerintah menargetkan anggaran militer 2026 sebesar 1 triliun dolar AS, serta rencana menambah 19 kapal perang baru untuk Angkatan Laut AS.
Trump menegaskan kepada para pemimpin militer bahwa tentara tidak ada untuk kepentingan “politik yang benar” atau melindungi perasaan siapa pun, melainkan untuk melindungi Amerika. Karena itu, yang harus ditekankan adalah kebugaran, kemampuan, karakter, dan kekuatan. Menurutnya, hanya dengan militer yang kuat, perang bisa dihindari.
“Karena kami tidak ingin ada perang. Tapi bila terpaksa, kadang Anda harus melakukannya. Saya sudah meredakan begitu banyak perang. Kami sudah berada di sini hampir sembilan bulan, dan sudah menenangkan tujuh konflik. Kemarin, mungkin kami sudah meredakan yang terbesar. Perang antara Pakistan dan India skalanya sangat besar. Keduanya negara nuklir. Saya sudah meredakannya,” ujarnya.
“Dan kemarin mungkin adalah hari penyelesaian masalah Timur Tengah. Itu sesuatu yang belum pernah terjadi dalam 3.000 tahun. Saya tanya, ‘Kalian sudah berperang berapa lama?’ Mereka bilang 3.000 tahun. Itu waktu yang sangat lama. Mari kita lihat. Hamas harus menyetujui. Jika tidak, itu akan sangat sulit bagi mereka. Tapi faktanya, semua negara Arab, negara Muslim sudah setuju. Israel juga setuju. Ini adalah pencapaian luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Perang Pete Hegseth menekankan pentingnya kekuatan tempur yang tangguh, serta menyatakan bahwa pasukan harus dipimpin oleh para pemimpin yang paling kompeten dan paling memenuhi syarat. Ia mendorong ujian yang ketat dan berharap proses promosi talenta militer dapat dipercepat.
Sumber : NTDTV.com


