EtIndonesia. Sebuah kapal tanker minyak Rusia ditahan di lepas pantai Prancis. Kapal tersebut diduga terkait dengan armada bayangan Rusia dan meluncurkan drone yang terlihat di atas Denmark, lapor Le Parisien.
Pasukan khusus Prancis menaiki kapal tanker minyak Rusia tersebut pada Sabtu, 27 September, sore hari. Kemudian, jaksa mengumumkan bahwa dua awak kapal telah ditahan.
Kapal tanker tersebut, bagian dari armada bayangan Rusia, berlayar di dekat pantai Denmark dari 22 hingga 25 September.
Tentang kapal
Dibangun pada tahun 2007, kapal tanker minyak sepanjang 244 meter ini telah berulang kali berganti nama dan bendera. Kapal ini telah terdaftar di Gabon, Kepulauan Marshall, dan Mongolia.
Selain sanksi Uni Eropa, kapal tersebut juga dikenai sanksi oleh Kanada, Swiss, Selandia Baru, dan Inggris. Kapal tersebut berangkat dari Primorsk (Rusia) pada 20 September dan dijadwalkan tiba di Vadinar (India) pada 20 Oktober.
Detail Investigasi
Kejaksaan Brest membuka penyelidikan awal karena kurangnya dokumen yang mengonfirmasi kewarganegaraan dan bendera kapal serta “penolakan untuk mematuhi aturan.”
“Awak kapal ini melakukan pelanggaran yang sangat serius, yang dapat menjadi dasar untuk kasus pidana,” kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Dia menambahkan bahwa tim tanggap darurat Prancis bertindak cepat.
Armada Bayangan Rusia
Diperkirakan satu dari enam kapal tanker di seluruh dunia merupakan armada bayangan Rusia, yang mencakup sekitar 17% dari seluruh kapal tanker operasional di dunia.
Pada awal tahun 2025, analis menghitung terdapat 940 kapal dalam armada bayangan Rusia, meningkat 45% dari tahun sebelumnya.
Lebih dari 500 kapal tanker armada bayangan dimasukkan dalam daftar hitam Uni Eropa, yang berarti pelabuhan tidak akan menerimanya dan perusahaan asuransi tidak akan memberikan pertanggungan. Meskipun demikian, Rusia terus membeli kapal untuk menggantikan kapal tanker yang terkena sanksi.
Lebih lanjut, Intelijen Pertahanan Ukraina melaporkan bahwa armada bayangan Rusia saat ini terdiri dari hingga 1.000 kapal dengan total bobot mati lebih dari 100 juta ton. Kapal-kapal ini sebagian besar merupakan kapal tanker tua dan murah yang digunakan untuk mengekspor minyak dan produk minyak bumi.
Sebelumnya, RBC-Ukraina melaporkan bahwa pada bulan September, Komisi Eropa memperkenalkan paket sanksi ke-19 terhadap Rusia, yang mencakup langkah-langkah tambahan yang menargetkan armada bayangan Rusia.(yn)


