Penutupan Pemerintah AS Membuat Saham AS Beragam, Emas Mencapai Titik Tertinggi Terbaru

Pada Rabu (1 Oktober), bursa saham AS ditutup dengan kenaikan tipis. Indeks S&P 500 kembali mencatat rekor baru, sementara Nasdaq mendekati level tertingginya. Meski pemerintah federal mengalami penutupan, pasar saham tetap stabil. Namun, data pekerjaan sektor swasta yang secara mengejutkan menurun memunculkan kekhawatiran atas ketidakpastian ekonomi, sehingga mendorong harga emas ke rekor tertinggi dan melemahkan dolar AS. 

Analis menilai, jika penutupan pemerintah berlanjut, publikasi data ekonomi penting akan terpengaruh. Pasar kini menyoroti berapa lama penutupan berlangsung, karena dampak berkepanjangan bisa mempengaruhi dasar keputusan suku bunga The Fed pada akhir Oktober.

EtIndonesia. Pada Rabu 1 Oktober 2025, S&P 500 naik tipis setelah penutupan terbaru pemerintah AS, terutama ditopang saham sektor kesehatan. Saham Regeneron Pharmaceuticals dan Moderna mencatat kenaikan mencolok. Indeks Nasdaq Composite juga menguat, sementara Dow Jones Industrial Average relatif datar.

Biasanya, saat pemerintah AS tutup, pasar saham tetap tenang. Hal ini menjelaskan mengapa pada Selasa (30 September), menjelang tenggat waktu, Wall Street masih sempat menguat dan hampir mencatat rekor baru.

Namun, para analis memperingatkan bahwa kali ini risikonya lebih besar karena berbagai faktor ekonomi bersamaan tengah menekan pasar.

Data terbaru sektor swasta menunjukkan penambahan pekerjaan bulan lalu turun 32.000, jauh di bawah perkiraan yang seharusnya naik 50.000. Hal ini memicu kekhawatiran investor atas pelemahan pasar tenaga kerja AS.

Dalam situasi ketidakpastian ini, emas kembali mencatat rekor untuk hari ketiga berturut-turut. Pada Rabu, harga emas naik ke 3.895 dolar AS per ons.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 4 basis poin menjadi 4,1097%.

Indeks dolar AS melemah untuk hari keempat berturut-turut, ditutup di 97,608 (turun 0,24%). Euro naik 0,1% menjadi 1,1735 dolar AS, sedangkan poundsterling menguat 0,4% ke 1,3503 dolar AS.

Di Eropa, bursa saham justru menguat. Indeks STOXX 600 naik 1,1%, mendekati level tertinggi sepanjang sejarah. Indeks FTSE 100 Inggris dan SMI Swiss tampil lebih baik, didorong saham-saham sektor kesehatan.

Sementara di Asia, Nikkei Jepang turun 0,9%, sedangkan KOSPI Korea Selatan naik 0,9%, melanjutkan reli kuat kuartal sebelumnya.

Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan, pada Jumat (3 Oktober) hampir semua aktivitasnya akan berhenti. Artinya, laporan pekerjaan non-pertanian (non-farm payrolls) untuk September tidak bisa dirilis akhir pekan ini. 

Para ahli memperingatkan, jika penutupan berlanjut, laporan inflasi September yang dijadwalkan pertengahan Oktober juga bisa tertunda. Hal ini akan semakin menyulitkan The Fed dalam mengevaluasi kondisi ekonomi AS dan menentukan kebijakan pemangkasan suku bunga.

Saat ini, pasar berjangka memperkirakan peluang The Fed memangkas suku bunga pada Oktober naik menjadi 95%, lebih tinggi dari 90% sehari sebelumnya. Sementara kemungkinan pemangkasan kembali pada Desember diperkirakan sekitar 75%.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine