EtIndonesia. Otoritas keamanan Polandia berhasil menggagalkan rencana serangan spionase Rusia yang ditujukan terhadap beberapa negara Eropa. Dalam operasi gabungan yang digelar pada Kamis (2 Oktober 2025), seorang agen intelijen militer Rusia ditangkap dengan tuduhan merencanakan aksi teror di Polandia, Lithuania, dan Jerman.
Penangkapan di Polandia
Menurut keterangan resmi Kementerian Dalam Negeri Polandia, agen tersebut ditangkap di Kota Łódź, Polandia tengah. Saat penangkapan, aparat menemukan sejumlah barang bukti mencurigakan berupa drone dan kaleng makanan yang telah dimodifikasi menjadi wadah bahan peledak. Perangkat berbahaya itu disembunyikan di sebuah pemakaman, sebelum akhirnya dilacak oleh tim kepolisian dan dinas keamanan Polandia.
Jaringan Lintas Negara
Selain di Polandia, otoritas Lithuania juga menemukan perangkat serupa di wilayah mereka. Hal ini mengindikasikan adanya pola operasi yang lebih luas, dengan target yang tidak hanya terbatas di Polandia, tetapi juga Lithuania dan Jerman. Sumber intelijen Eropa menyebutkan, misi ini diduga dirancang untuk mengacaukan stabilitas kawasan dan menciptakan ketegangan politik di tengah perang Rusia–Ukraina yang masih berlangsung.
Modus Operandi Baru
Penyelidik menyoroti metode yang digunakan agen Rusia ini sebagai modus baru dalam aksi spionase dan terorisme. Dengan menggunakan benda sehari-hari seperti kaleng makanan, bom rakitan dapat disamarkan agar sulit dideteksi. Sementara penggunaan drone memberi kemampuan untuk melancarkan serangan jarak jauh tanpa terdeteksi langsung oleh pelaku.
Kekhawatiran Eropa
Kasus ini menambah panjang daftar operasi rahasia Rusia yang terbongkar di wilayah Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Sejak awal 2025, berbagai negara anggota NATO melaporkan peningkatan aktivitas intelijen Moskow, mulai dari sabotase infrastruktur, serangan siber, hingga infiltrasi ke jaringan transportasi.
Seorang pejabat tinggi keamanan Polandia yang enggan disebutkan namanya menegaskan, “Serangan semacam ini bukan hanya ancaman bagi Polandia, tetapi juga bagi seluruh keamanan Eropa. Rusia tampaknya meningkatkan strategi ‘perang bayangan’ dengan memanfaatkan agen lapangan untuk menciptakan ketidakstabilan.”
Reaksi Internasional
Pemerintah Polandia telah berkoordinasi dengan Uni Eropa dan NATO untuk memperkuat langkah kontra-spionase. Lithuania segera memperketat penjagaan di perbatasan dan mengumumkan status siaga keamanan. Jerman, yang disebut-sebut sebagai salah satu target, menyatakan “kecaman keras” atas rencana serangan ini dan menuntut penjelasan resmi dari Moskow.
Sementara itu, Kremlin sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi, namun pakar intelijen menilai Rusia kemungkinan akan membantah dan menyebutnya sebagai propaganda Barat.


