Kematian Aktor Tiongkok Yu Menglong Picu Kecurigaan Saat Gercepnya Upaya Sensor

Rezim menyebut jatuhnya Yu Menglong sebagai kecelakaan, tetapi unggahan di media sosial menyebut ia sempat dibius sebelum jatuh atau didorong dari jendela

Analisis Berita

Kematian mendadak aktor dan penyanyi Tiongkok Yu Menglong yang berusia 37 tahun, memicu gelombang kecurigaan publik di media sosial Tiongkok, setelah polisi dengan cepat menyimpulkan kasus itu sebagai “kecelakaan akibat jatuh setelah mengonsumsi alkohol” dan bergerak cepat menekan penyebaran informasi daring.

Yu, yang dikenal lewat perannya dalam sejumlah drama populer Tiongkok, dilaporkan jatuh dari lantai lima sebuah kompleks hunian di Beijing pada dini hari 11 September. Dalam waktu kurang dari 12 jam, polisi Beijing menyatakan kasus tersebut telah ditutup dengan alasan “tidak ditemukan unsur kriminal.” Namun, foto-foto dan kesaksian saksi mata di internet yang menunjukkan adanya kawat jendela robek, bekas cakaran, dan kejanggalan lain menimbulkan keraguan luas di kalangan publik.

BACA JUGA : Kematian Aktor Yu Menglong Bongkar Uang Tutup Mulut, Ancaman, dan Rekaman CCTV Rumah Sakit


Kecurigaan Ada Unsur Kejahatan

Klaim tak terverifikasi cepat menyebar di media sosial Tiongkok. Beberapa unggahan menuduh Yu dibius dan diserang sebelum jatuh, atau bahkan didorong dari jendela. Ada pula yang menyebut bahwa ibunya dikendalikan oleh pihak berpengaruh.

Rumor tersebut makin kuat setelah para penggemar mengingat siaran langsung Yu beberapa waktu lalu. Dalam siaran itu, Yu tampak memiliki memar di dahinya dan sempat berkata secara samar kepada penonton, “Jika suatu hari aku tiba-tiba menghilang, ketahuilah bahwa itu bukan kecelakaan.” Siaran tersebut mendadak diputus oleh pihak manajemen.

Yu Menglong di serial drama Eternal Love (2017)

Menambah kecurigaan, beredar pula video yang tampak memperlihatkan Yu tergantung terbalik dari balkon sebelum jatuh. Namun, di tengah sistem sensor ketat media sosial Tiongkok, konten semacam itu dengan cepat dihapus.

Reporter media lokal yang mendatangi lokasi menemukan mobil polisi tengah meninggalkan area, dan melaporkan bahwa tirai di salah satu jendela lantai lima tampak robek.

Menurut laporan media setempat, warga dan petugas kebersihan kompleks melihat seseorang jatuh sekitar pukul 06.00 pagi hari itu. Petugas keamanan segera memanggil ambulans, dan area kejadian langsung dipasangi garis polisi. Jenazah kemudian dibawa dengan ambulans sekitar pukul 07.00 pagi. Reporter yang kembali ke lokasi pada sore hari mendapati tanah tempat korban jatuh telah dibersihkan.

The Epoch Times tidak dapat secara independen memverifikasi klaim dan laporan tersebut.


Rezim Bergerak Cepat Membungkam Perbincangan Publik

Alih-alih menanggapi kejanggalan, pihak berwenang justru meluncurkan kampanye sensor besar-besaran. Semua unggahan tentang kematian Yu dihapus dari berbagai platform media sosial besar, termasuk unggahan penyanyi Hong Kong Daniel Chan yang hanya berisi ucapan duka.

Weibo, salah satu jejaring sosial terbesar di Tiongkok, pada 14 September mengumumkan telah menghapus lebih dari 4.300 unggahan terkait kasus tersebut dan memblokir lebih dari 60 akun dengan alasan “menyebarkan teori konspirasi,” menurut media pemerintah.
Para pengguna kemudian menggunakan kode dan emoji untuk mengelabui sistem penyaringan agar tetap bisa membagikan informasi.

Drama terakhir yang dilakoni Yu Menglong berjudul Feud

Pada 21 September, polisi Distrik Chaoyang di Beijing mengeluarkan pengumuman resmi yang menyebut semua spekulasi sebagai “rumor” dan mengklaim tiga orang telah mengakui membuat cerita palsu.

Dalam pengumuman itu, disebutkan unggahan mereka antara lain berisi klaim bahwa Yu dipaksa melompat dari gedung serta dugaan bahwa keluarganya dikendalikan oleh orang berpengaruh. Polisi menyebut ketiganya “melanggar hukum” dan dijatuhi “tindakan koersif,” namun tidak menjelaskan apakah mereka ditahan, didenda, atau mendapat hukuman lain.

Namun, warganet Tiongkok menyoroti kejanggalan mencolok — tidak ada dokumen sanksi administratif terhadap ketiga orang itu yang dipublikasikan di situs resmi pemerintah, padahal hal itu diwajibkan oleh undang-undang. Ketidaksesuaian ini semakin menumbuhkan ketidakpercayaan publik.


Pernyataan Keluarga dan Versi yang Bertentangan

Awalnya, agensi Yu mengonfirmasi kematiannya namun tanpa memberikan banyak rincian. Pada 16 September, pihak agensi  mempublikasikan pernyataan yang diklaim berasal dari ibu Yu, menyebut putranya meninggal akibat “terjatuh secara tidak sengaja saat minum alkohol” dan meminta publik untuk berhenti berspekulasi.

Namun pada saat yang sama, sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis oleh sang ibu beredar luas di internet, dan bertentangan langsung dengan pernyataan studio.
Dalam surat itu, sang ibu mengaku memiliki bukti penting bahwa kematian anaknya bukan kecelakaan, dan bertekad untuk mencari keadilan:

“Anakku adalah orang yang begitu cerah dan berhati baik. Ia tidak seharusnya pergi dengan ketidakadilan seperti ini, dan pembunuhnya tidak boleh menggunakan kata ‘kecelakaan’ untuk merendahkan arti hidupnya. … Aku siap bertanggung jawab atas setiap kata yang aku tulis, dan aku hanya berharap dapat menenangkan jiwa anakku di surga, agar ia tahu bahwa orang tuanya tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan untuknya.”

Pada 11 September 2025, aktor Tiongkok daratan Yu Menglong jatuh hingga tewas di kompleks hunian Sunshine Upper East, Beijing. (Gambar: Tangkapan layar daring)

Pola Umum Kerahasiaan

Pemerintah Tiongkok terus berupaya melabeli pertanyaan seputar kematian Yu sebagai “rumor” sembari membungkam artis dan penggemar yang menyuarakan keraguan.

Untuk saat ini, publik terjebak di antara dua versi yang saling bertentangan — versi resmi yang menyebut kematian Yu sebagai kecelakaan akibat mabuk, dan keyakinan luas bahwa Yu Menglong menjadi korban kekuatan besar dalam industri hiburan Tiongkok.

Selain itu, muncul dugaan kuat bahwa rezim berusaha menutup-nutupi kebenaran, memperkuat pola kerahasiaan yang kerap muncul dalam kasus sensitif secara politik di Tiongkok.

Laporan ini turut berkontribusi dari Fang Xiao.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine