EtIndonesia. Baru-baru ini, kawasan Northern Beaches di Sydney, Australia, menjadi tuan rumah Pameran Seni “Sejati, Baik, Sabar” (Truthfulness, Compassion, Forbearance Art Exhibition). Sejumlah tamu kehormatan hadir dalam acara pembukaan, termasuk anggota parlemen negara bagian, wali kota, dan anggota dewan kota setempat. Mereka memuji para praktisi Falun Gong yang melalui karya seni luar biasa, menyampaikan kebenaran dan membangkitkan kesadaran nurani masyarakat.
Deretan lukisan indah nan realistis dalam pameran ini mencerminkan makna mendalam dari prinsip “Sejati, Baik, dan Sabar”, sekaligus mengisahkan kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati.
“Pameran Seni ‘Sejati, Baik, Sabar’ tengah berlangsung di Mona Vale Creative Gallery, Northern Beaches, Sydney. Pameran ini menampilkan karya dari lebih dari sepuluh seniman yang merupakan praktisi Falun Gong,” demikian laporan reporter Wang Weibiao dilaporkan Jumat (3/10/2025).

Dalam acara pembukaan, anggota Parlemen Negara Bagian New South Wales Michael Regan, Wali Kota Northern Beaches Sue Heins, serta beberapa pejabat lainnya memberikan sambutan. Mereka memuji para seniman yang menggunakan seni untuk menyerukan hati nurani, menentang penganiayaan dengan cara damai, dan menyebarkan nilai-nilai universal “Sejati, Baik, Sabar” melalui keindahan karya seni.
Anggota Parlemen NSW, Michael Regan: “Para seniman ini benar-benar luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana kalian bisa melukis seakurat foto — tapi kalian berhasil, luar biasa!”
“Ini sangat menggugah hati. Di dunia sekarang, pameran seperti ini datang pada waktu yang tepat. Seni memiliki kekuatan untuk menyatukan orang, dan yang lebih penting, seni bisa menyampaikan kisah dan emosi. Karena itu, saya pikir pameran ini sangat kuat dampaknya. Mendengar kisah-kisah di balik lukisan ini benar-benar membuat mata saya berkaca-kaca.”
“Saya rasa penting bagi kita untuk terus menceritakan kisah-kisah ini, terus menyebarkannya, terus melakukan hal yang benar, dan terus mempromosikan perdamaian.”

Wali Kota Northern Beaches, Sue Heins: “Saya berdoa agar seluruh dunia dapat memahami betapa pentingnya kebaikan dan kebenaran. Lukisan-lukisan ini benar-benar luar biasa — begitu realistis dan penuh perasaan hingga penonton dapat merasakan emosi dalam setiap karya.”
Anggota Dewan Kota Northern Beaches, Miranda Korzy: “Saya rasa karya-karya ini memiliki banyak lapisan makna. Tidak hanya indah, tetapi juga menceritakan kisah penganiayaan — sesuatu yang sangat berarti.”
Tanya Ostin, salah satu penyelenggara dan praktisi Falun Gong, menjelaskan bahwa banyak pengunjung yang baru menyadari adanya penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok setelah melihat pameran ini.

“Banyak orang yang datang ke pameran ini sebelumnya tidak tahu bahwa penganiayaan masih berlangsung. Penganiayaan ini dimulai pada tahun 1999 — sudah 26 tahun berlalu, namun para praktisi Falun Gong masih terus dianiaya hingga kini,” katanya.
Praktisi Falun Gong Zhuang Wei mengatakan bahwa lukisan-lukisan dalam pameran ini menggambarkan kisah nyata kehidupan para praktisi Falun Gong. Ia merasa sangat tersentuh oleh karya berjudul ‘Air Mata Seorang Yatim’, yang mengingatkannya pada pengalaman pribadinya — ketika ia dipenjara karena keyakinannya, dan putrinya yang masih berusia enam tahun mengalami trauma mendalam.
Zhuang Wei: “Saya tak menyangka sebuah pameran bisa begitu menyentuh hati saya. Putri saya hanya berpisah dari ibunya selama dua tahun, lalu sebelas tahun dari ayahnya. Tapi saya tahu, ada begitu banyak anak-anak kecil yang tidak pernah lagi bisa melihat orang tua mereka. Kisah seperti ini sangat banyak. Kesedihan semacam itu… rasanya akan selalu tinggal di hati.”
Menurut panitia, sejak Pameran Seni ‘Sejati, Baik, Sabar’ diluncurkan pada tahun 2004, acara ini telah dipamerkan di lebih dari 900 kota di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.
Sumber : NTDTV.com


