Gelombang Unjuk Rasa Anti-Komunis di Korsel : Protes terhadap Kebijakan Bebas Visa bagi Wisatawan Tiongkok

EtIndonesia. Sejak akhir September, Korea Selatan dilanda gelombang demonstrasi anti-Komunis, dengan puncaknya pada Jumat (3 Oktober), ketika puluhan ribu orang berunjuk rasa di Seoul. Massa membawa spanduk bertuliskan “CCP Out” dan “China Out” untuk memprotes keputusan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, yang mulai 1 Oktober membuka kebijakan bebas visa selama maksimal 15 hari bagi wisatawan asal Tiongkok, berlaku hingga akhir Juni tahun depan.

Namun pada 2 Oktober, Lee memerintahkan penertiban terhadap aksi-aksi demonstrasi tersebut, dengan alasan bahwa “ujaran kebencian dapat merusak martabat bangsa Korea”, yang justru memicu gelombang kemarahan publik.

Pada Jumat, 3 Oktober, kelompok konservatif “Universitas Kebebasan” (자유대학) menggelar pawai anti-Komunis di pusat kota Seoul, menentang kebijakan bebas visa untuk turis Tiongkok yang diterapkan oleh Presiden Lee Jae-myung.

Warga Korea:  “Marilah kita saling memberi penghormatan dan tepuk tangan satu sama lain!”

Semangat massa yang begitu tinggi ini mencerminkan kemarahan terhadap kebijakan Lee Jae-myung yang dianggap pro-Beijing dan pro-Komunis.

Anchor berita SBS Korea (September 2025):  “Di Myeongdong, kawasan wisata populer di Seoul, aksi demonstrasi anti-Komunis terus berlangsung. Namun baru-baru ini, beredar kabar bahwa beberapa pelaku usaha di wilayah tersebut meminta agar aksi seperti itu dilarang.”

Namun, menurut laporan Yonhap News pada 2 Oktober, Lee Jae-myung menyerukan tindakan keras terhadap demonstrasi anti-Komunis dan secara khusus menargetkan unjuk rasa yang dianggap berisi sentimen anti-asing.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung (2 Oktober 2025):  “Dalam situasi di mana kita seharusnya berterima kasih, menyemangati, dan menyambut mereka (rombongan wisatawan Tiongkok), bagaimana bisa masih ada ujaran kebencian, sikap bermusuhan, penghinaan, dan tindakan tidak sopan? Apakah itu pantas?”

Sebelumnya, pada 28 September, kelompok-kelompok masyarakat sipil sayap kanan sudah mengadakan demonstrasi anti-Komunis, membawa bendera Korea Selatan dan Amerika Serikat, serta spanduk bertuliskan “Hancurkan PKT” (CCP OUT, CHINA OUT).

Warga Korea:

 “Diktator Lee Jae-myung!”
“CHINA OUT!”

Bahkan pada 21 September, sekitar 70.000 orang telah berkumpul di Stasiun Daegu, menuduh Presiden Lee Jae-myung sedang mendekatkan diri pada komunisme. Ketidakpuasan masyarakat Korea Selatan terus meningkat, dengan tuntutan agar Lee Jae-myung mundur dari jabatannya.

Laporan gabungan dari NTD Asia Pasifik oleh Jin Yan, Chen Huimo, dan Ning Yuxiang, Seoul, Korea Selatan.

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine