Topan Kembali Menerjang Tiongkok! Topan Matmo Menyebabkan Air Laut Meluap di Banyak Daerah — Ratusan Ribu Warga Dievakuasi (Disertai Beberapa Video)

EtIndonesia. Pada 5 Oktober 2025, topan Matmo memicu peringatan merah pertama tahun ini untuk badai topan di Tiongkok. Di beberapa daerah seperti Wenchang di Hainan dan Yangjiang di Guangdong, air laut meluap hingga membanjiri jalanan dan rumah penduduk, memaksa ratusan ribu warga mengungsi secara darurat.

Pukul 10.00 pagi waktu Beijing, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok kembali mengeluarkan peringatan merah untuk topan dan peringatan oranye untuk hujan deras, memperkirakan bahwa topan Matmo akan mendarat di wilayah pesisir antara Wuchuan (Guangdong) dan Wenchang (Hainan) sekitar tengah hari.

Badan Prakiraan Laut Provinsi Hainan mengeluarkan peringatan gelombang merah (tingkat pertama): diperkirakan dari siang hingga 5 Oktober malam, perairan di timur Semenanjung Leizhou dan timur Pulau Hainan akan mengalami gelombang setinggi 6–10 meter, sementara perairan dekat Wenchang akan dihantam gelombang besar setinggi 4–6 meter.

Video yang beredar di internet menunjukkan angin kencang di Wenchang mencapai kekuatan level 12, dengan angin yang menderu dan pohon kelapa bergoyang hebat hingga hampir patah.

Di kota Puzhen dan daerah pesisir Wenchang, air laut meluap dan menerjang tanggul laut. Air membanjiri jalanan dan rumah warga, dengan ketinggian air yang cepat meningkat hingga menenggelamkan banyak mobil.

Di Teluk Shapa, Yangjiang, Guangdong, kondisi serupa juga terjadi: air laut meluap ke daratan, menenggelamkan jalan-jalan. Warga yang tinggal di dekat pantai dievakuasi secara darurat.

Beberapa video menunjukkan gelombang besar di sepanjang pesisir Yangjiang, bahkan ada kapal nelayan yang terbalik akibat hempasan ombak. Di tepi pantai, para nelayan terdengar berteriak, “Habis sudah, habis sudah!”

Netizen berkomentar:

  • “Airnya dalam sekali.”
  • “Sekarang yang paling penting, lihat apakah tanggul penahan air bisa menahan tekanan atau tidak.”
    Ada juga yang berkata, “Baru saja lolos dari topan Ragasa , sekarang datang Matmo — benar-benar pepatah ‘lewat tanggal satu, tak bisa hindari tanggal lima belas.’”

Prakiraan angin menunjukkan bahwa dari  5 Oktober pukul 14.00 hingga  6 Oktober pukul 14.00, kecepatan angin di Semenanjung Leizhou, pesisir Guangxi, serta timur dan utara Pulau Hainan dapat mencapai level 15–16.

Sejak 5 Oktober, seluruh layanan kereta di Pulau Hainan dihentikan, dan sejak 4 Oktober pukul 23.00, semua penerbangan di Bandara Meilan Haikou dibatalkan. Kota Wenchang menerapkan langkah darurat “lima penghentian satu penutupan”, yaitu: menghentikan sekolah, pekerjaan, kegiatan usaha, transportasi, pelayaran, serta menutup tempat wisata.

Kota Zhanjiang di Guangdong juga menerapkan kebijakan “lima penghentian” secara bertahap di seluruh wilayah, dengan lebih dari 150.000 warga pesisir telah dievakuasi.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine