EtIndonesia. Apa yang lebih keras daripada batu? Apa yang lebih lembut daripada air? Namun, air yang lembut mampu menembus batu yang keras—karena ketekunan tanpa henti.
Ada seorang pemuda yang melamar pekerjaan di Microsoft, padahal perusahaan itu sama sekali tidak memasang iklan lowongan. Melihat hal itu, sang direktur umum merasa heran. Pemuda itu pun, dengan bahasa Inggris yang belum terlalu lancar, menjelaskan bahwa dia kebetulan lewat dan nekat masuk untuk mencoba peruntungan.
Direktur merasa ini hal yang unik, lalu memutuskan memberi kesempatan wawancara. Hasilnya? Jauh dari baik.
Pemuda itu tampil sangat buruk. Dia beralasan bahwa dia memang tidak sempat melakukan persiapan.
Sang direktur mengira alasan itu hanyalah cara untuk menyelamatkan muka, sehingga dia hanya menjawab sambil lalu: “Kalau begitu, datanglah lagi kalau kamu sudah siap.”
Seminggu kemudian, pemuda itu benar-benar kembali ke Microsoft. Kali ini dia tampil lebih baik, meski tetap belum berhasil.
Sang direktur pun mengulang kalimat yang sama: “Kalau kamu sudah siap, datanglah lagi.”
Begitulah, pemuda itu akhirnya lima kali berturut-turut melangkah masuk ke Microsoft, dengan setiap kesempatan dia tampil lebih baik daripada sebelumnya.
Akhirnya, Microsoft benar-benar merekrutnya—bahkan menjadikannya salah satu karyawan yang diprioritaskan untuk dikembangkan.
Pelajaran Hidup
Seperti air yang terus menetes hingga melubangi batu, kegigihan dan ketekunan mampu membuka pintu yang awalnya tampak mustahil. Kadang kegagalan bukan tanda akhir, melainkan undangan untuk mencoba sekali lagi. (jhn/yn)


