Perang Hampir Usai! Hamas dan Israel Duduk Semeja di Kairo, Trump: ‘90% Sudah Sepakat!’

EtIndonesia. Upaya besar menuju perdamaian di Jalur Gaza kembali digelar di Kairo, Mesir. Menurut laporan harian Al-Ahram, perundingan dua hari ini difokuskan pada gencatan senjata permanen dan pertukaran tahanan antara Israel dan Palestina, serta membahas masa depan pemerintahan di Gaza pasca perang.

Delegasi dan Fokus Pembahasan

Pertemuan yang difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Mesir ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk utusan khusus Amerika Serikat Jared Kushner (menantu Presiden Donald Trump) dan pengusaha asal AS Bishara Bahbah yang berperan sebagai mediator ekonomi.
Dari pihak Mesir, Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty menegaskan bahwa prinsip utama negosiasi adalah menjamin rakyat Palestina tetap tinggal di tanah mereka.

“Tidak ada perdamaian sejati tanpa jaminan bahwa rakyat Palestina tidak akan terusir dari tanah kelahiran mereka,” ujar Abdelati di hadapan media.

Ia juga menyerukan tekanan global terhadap Israel untuk menghentikan agresi militer dan menandatangani perjanjian gencatan senjata permanen.

Sikap Israel dan Hamas

Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan optimismenya bahwa semua sandera yang masih ditahan di Gaza dapat segera dibebaskan.

Sementara itu, pejabat senior Hamas yang berbicara kepada Reuters mengungkapkan bahwa delegasi dari Doha (Qatar) telah tiba di Kairo dan akan melanjutkan pembicaraan di Sharm El-Sheikh untuk melakukan negosiasi tidak langsung dengan Israel.

“Kami sangat berharap perundingan kali ini benar-benar menandai akhir perang. Hamas siap menukar tahanan dan menghormati kesepakatan jika Israel beritikad baik,” ujar sumber tersebut.

Menurut laporan Reuters, pertemuan ini lebih menyeluruh dibandingkan putaran sebelumnya karena berfokus pada kesepakatan komprehensif sebelum gencatan senjata diberlakukan, bukan sebaliknya. Namun, isu paling sensitif tetap sama: apakah Hamas bersedia menyerahkan kekuasaan atas Gaza setelah perjanjian damai tercapai.

Posisi Amerika Serikat

Di Washington, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi telah dimulai dan “berjalan dengan baik.” Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada 5 Oktober 2025, Trump menegaskan bahwa

“Kita tidak memerlukan fleksibilitas besar, karena pada dasarnya semua pihak sudah sepakat. Akan ada sedikit penyesuaian teknis, tapi arah perdamaiannya sudah jelas.”

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Trump memperingatkan bahwa “Jika Hamas menolak menyerahkan kekuasaan, mereka akan dihancurkan total.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut bahwa 90% isi kesepakatan telah disetujui, namun memperingatkan bahwa transisi pemerintahan Gaza tidak bisa rampung dalam tiga hari karena kompleksitas politik dan keamanan di wilayah itu.

Menteri Perang AS Pete Hegseth dalam wawancara dengan Fox News menegaskan, “Jika Hamas melanggar kesepakatan ini, Israel berhak melanjutkan operasi militernya.”

Situasi di Lapangan

Meski pembicaraan damai tengah berlangsung, serangan udara Israel masih berlanjut di beberapa wilayah Gaza. Reuters melaporkan bahwa sejumlah rumah warga hancur dan puluhan orang tewas dalam serangan pada malam 5 Oktober.

Trump dalam wawancara dengan Channel 12 Israel mengaku telah menelpon Netanyahu pada 3 Oktober untuk meyakinkannya menerima rencana damai: “Saya bilang padanya, ini kesempatanmu untuk menang. Dan dia setuju,” kata Trump.

Namun laporan Wall Street Journal mengungkap bahwa serangan udara Israel terhadap Doha, yang menewaskan salah satu pejabat tinggi Hamas, justru menjadi faktor utama yang memaksa semua pihak kembali ke meja perundingan.

Analisis dan Prospek Perdamaian

Analis politik Timur Tengah menilai bahwa perundingan Kairo kali ini merupakan yang paling menjanjikan sejak perang Gaza meletus kembali pada awal 2024. 

Berbeda dengan putaran sebelumnya yang berakhir tanpa kesepakatan konkret, kali ini seluruh pihak — termasuk AS, Mesir, dan Qatar — memiliki motivasi politik dan ekonomi kuat untuk menuntaskan konflik.

Jika kesepakatan berhasil tercapai pada minggu kedua Oktober, maka gencatan senjata permanen dapat diumumkan sebelum 15 Oktober 2025, menandai babak baru bagi Gaza dan kawasan Timur Tengah. (***)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine