Inspirasi Karier dari Seekor Anak Anjing

EtIndonesia. Anak anjing bernama Tom sibuk mencari pekerjaan. Beberapa hari dia berkeliling, namun hasilnya nihil. 

Dengan wajah muram dia mengadu kepada ibunya: “Aku benar-benar sampah yang tak berguna. Tidak ada satu pun perusahaan yang mau menerimaku.”

Ibunya heran dan bertanya: “Kalau begitu, bagaimana dengan lebah, laba-laba, burung skylark, dan kucing?”

Tom menjawab:  “Lebah bisa jadi pramugari, laba-laba pintar membuat jaringan jadi bisa bekerja di internet, skylark lulus dari akademi musik jadi penyanyi, sedangkan kucing lulus dari sekolah kepolisian jadi satpam. Berbeda dengan mereka, aku tidak pernah mendapat pendidikan tinggi apalagi punya ijazah.”

Ibunya bertanya lagi: “Kalau kuda, domba, sapi betina, dan ayam betina?”

Tom kembali menghela napas: “Kuda bisa menarik kereta, bulu domba bisa jadi bahan pakaian, sapi betina bisa menghasilkan susu, ayam betina bisa bertelur. Sedangkan aku? Aku tidak punya kemampuan apa pun.”

Ibunya pun tersenyum bijak dan berkata: “Kamu memang bukan kuda yang gagah menarik kereta perang, juga bukan ayam yang bisa bertelur. Tapi kamu bukan sampah. Kamu adalah seekor anjing—anjing yang setia. Meskipun kamu tidak berpendidikan tinggi dan kemampuanmu tidak banyak, satu hal yang kamu punya bisa menutupi semua kekuranganmu: hati yang tulus. Ingat kata-kataku, Nak, meski hidup penuh penderitaan, jagalah hatimu yang seperti emas itu, biarkan ia bersinar.”

Tom mendengar nasihat ibunya dan mengangguk mantap. Akhirnya, setelah melewati banyak kesulitan, Tom bukan hanya berhasil mendapat pekerjaan, tapi bahkan diangkat menjadi manajer departemen administrasi.

Seekor burung beo tidak terima, lalu mendatangi bos dan berkata: “Kenapa Tom bisa dapat jabatan tinggi itu? Dia bukan lulusan universitas ternama, juga tidak bisa bahasa asing!”

Bos menjawab dengan tenang: “Sangat sederhana—karena dia seekor anjing yang setia.”

Pelajaran Karier

Dalam sebuah organisasi, biasanya ada empat tipe karyawan:

1. Kuda liar – berkemampuan tinggi, tapi loyalitas rendah.

2. Anjing setia – loyalitas tinggi, meski kemampuan terbatas.

3. Sampah – tidak punya kemampuan, tidak punya loyalitas.

4. Pemilik sejati – kemampuan tinggi dan loyalitas tinggi (sangat langka).

Bagi seorang pemimpin, yang terpenting bukan sekadar mengandalkan “kuda liar” yang berbakat, tetapi juga bagaimana mengelola hubungan kerja antara kuda liar dan anjing setia. Sebab, talenta hebat memang bisa mendorong kemajuan perusahaan, tetapi tanpa kesetiaan yang menopang pekerjaan sehari-hari, semua perubahan bisa berakhir hanya sebagai sandiwara.

Kemampuan itu bisa dibuktikan dengan ijazah atau kinerja, tetapi karakter hanya bisa dibuktikan dengan satu hal—loyalitas.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine