EtIndonesia. Pada Selasa (7 Oktober), bertepatan dengan dua tahun peringatan serangan 7 Oktober oleh Hamas, keluarga korban dan masyarakat datang ke lokasi tragedi untuk mengadakan upacara peringatan. Pada saat yang sama, perundingan damai juga sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Mesir pada Selasa juga mengatakan bahwa Israel dan Hamas saat ini sedang melakukan pembahasan rinci mengenai “Rencana Perdamaian 20 Poin untuk Gaza” yang diusulkan oleh Presiden Trump. Delegasi Amerika akan bergabung dalam perundingan tersebut pada Rabu (8 Oktober).
Dua Tahun Serangan Teror di Israel — Para Pemimpin Dunia Kecam Hamas
Dua tahun lalu, pada 7 Oktober, Hamas melancarkan serangan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap wilayah Israel, merusak tembok pembatas di perbatasan selatan, menyebabkan 1.195 orang Israel dan warga asing tewas, serta 251 warga sipil, tentara, dan warga asing disandera. Serangan ini memicu perang antara Israel dan Hamas.
Kini, lokasi Festival Musik Nova di Re’im, Israel selatan, tempat tragedi itu terjadi, telah diubah menjadi museum peringatan terbuka yang menampilkan foto-foto korban dan sandera.
Pada Selasa Pada pukul 06.29 — waktu yang sama ketika serangan dimulai dua tahun lalu — masyarakat yang hadir mengheningkan cipta selama satu menit.
Pagi itu juga, warga Israel mengadakan kegiatan peringatan di alun-alun pusat Tel Aviv dan Jerusalem, mengenang para korban “Pembantaian 7 Oktober” dan menyuarakan dukungan bagi para sandera yang masih ditahan Hamas.
Para pemimpin dunia turut menyampaikan kecaman terhadap kejahatan terorisme yang dilakukan Hamas, serta menyatakan dukungan bagi komunitas Yahudi.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berkata: “Hamas bermaksud membunuh dan menebar ketakutan. Mereka merencanakan mimpi buruk yang begitu kejam dan benar-benar melaksanakannya. Pemerintah Australia berdiri bersama seluruh komunitas Yahudi dunia. Setiap tindakan anti-Semit membuat kita kembali mengingat bayangan kelam dari halaman paling gelap dalam sejarah.”
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mantan Kanselir Jerman Olaf Scholz, dan Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen, bersama para pemimpin Eropa lainnya, juga menyampaikan pernyataan di media sosial untuk mengecam serangan Hamas serta menyerukan pembebasan segera semua sandera yang tersisa.
Perundingan “Rencana Perdamaian 20 Poin” — Para Delegasi Bertemu di Mesir
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry Abdel Aati mengadakan konferensi pers di Kairo bersama para menlu dari Slovenia, Belanda, dan Jerman.
Menlu Mesir Abdel Aati mengatakan: “Kami sedang mencapai kesepakatan tentang peta penempatan kembali pasukan Israel, sebagai persiapan untuk penarikan dari Jalur Gaza. Kami sepenuhnya yakin bahwa Presiden Trump memiliki kemampuan untuk melaksanakan rencana ini.”
Menlu Jerman Johann David Wadephul berkata : “Hamas harus memahami bahwa para sandera yang mereka tahan bukan lagi alat tawar-menawar, melainkan beban bagi mereka sendiri. Saya percaya, setelah Hamas menyadari hal ini dan mengerti bahwa tercapainya kesepakatan akan membuka masa depan baru, kita benar-benar memiliki peluang untuk menghentikan bencana besar ini.”
Dalam konferensi pers bersama di Kairo, Menlu Jerman itu mengatakan bahwa ia melihat semua pihak dalam perundingan bersedia melaksanakan rencana perdamaian Gaza yang diusulkan oleh pemerintahan Trump, yang dianggap sebagai langkah penting menuju perdamaian regional.
“Rencana 20 Poin” ini secara luas dianggap sebagai kesempatan terbaik untuk mengakhiri perang Gaza. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majid Al-Ansari, yang berperan sebagai mediator, mengatakan bahwa masih banyak rincian yang perlu disepakati.
Al-Ansari menyatakan: “Rencana ini mencakup sekitar 20 poin. Semua poin perlu dijabarkan secara rinci, dan hal ini tentu memerlukan komunikasi dengan berbagai pihak. Perundingan sedang berlangsung. Kami berkomitmen untuk melaksanakan rencana yang telah disusun dan berupaya keras mengakhiri perang ini.” (Hui/asr)


