[Berita Khusus] Xi Jinping Akan Terpilih Lagi atau Lengser? Hasil Survei Mengejutkan

EtIndonesia. Baru-baru ini, akademisi dan pengamat politik asal Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat, Wu Zuolai, mengadakan jajak pendapat di platform X . Hasilnya mengejutkan: lebih dari 60% responden memperkirakan Xi Jinping akan terus menjabat setelah Kongres Nasional ke-21 Partai Komunis Tiongkok (PKT) — namun bukan karena mereka mendukungnya, melainkan karena berharap Xi terus berkuasa sampai PKT benar-benar runtuh.

Hasil Survei yang Tak Terduga

Dalam survei tersebut, yang diikuti oleh 1.812 pengguna X, hasilnya sebagai berikut:

  • 63% responden memperkirakan Xi akan tetap menjabat setelah Kongres ke-21,
  • 24% berpikir Xi akan lengser pada Sidang Pleno Keempat,
  • dan 13% memperkirakan ia akan turun pada Kongres ke-21.

Wu Zuolai mengaku hasil ini berlawanan dengan dugaannya sendiri. Menurutnya, Xi kemungkinan besar akan bertahan sementara dan menyerahkan jabatan pada Kongres ke-21, karena “era baru” yang dipromosikan Xi telah gagal total. Wu menilai, jika Xi tidak turun, maka akibatnya akan lebih parah daripada kerusakan yang ditimbulkan Mao Zedong.

 “Yang menarik, banyak warganet justru berharap Xi terus menjabat — bahkan sampai lima atau enam periode — hingga ia meninggal dunia, supaya PKT hancur bersamanya. Beberapa orang menyebut ini sebagai pilihan paling rasional. Mengapa? Karena jika sedikit lebih bersabar, hasil akhirnya akan ideal: PKT pasti runtuh, tak ada yang bisa menyelamatkannya,” katanya. 

“Semakin Cepat PKT Ambruk, Semakin Baik”

Wang He, kolumnis The Epoch Times, menambahkan:  “Rakyat Tiongkok sudah membenci PKT dan Xi Jinping sampai ke tulang sumsum. Xi dikenal sebagai ‘Sang Akselerator Besar’, dan julukan itu benar-benar sesuai. Banyak yang berharap ia terus mempercepat kehancuran PKT hingga benar-benar padam.”

Lin Song, doktor ilmu politik dari Universitas New South Wales, Australia, menilai:
“Banyak rakyat Tiongkok sadar bahwa selama Xi terus berkhayal menjadi kaisar, PKT justru semakin cepat menuju kehancuran. Mereka mulai memahami bahwa mengganti pemimpin bukan solusi — yang perlu dilakukan adalah menjatuhkan seluruh rezim PKT.”

“Sindiran Tingkat Tinggi” dari Warganet

Sementara itu, Lai Rongwei, Direktur Eksekutif Taiwan Inspirational Association (TIA), menilai hasil survei ini belum tentu mencerminkan pendapat umum rakyat Tiongkok secara keseluruhan. Namun, menurutnya, banyak warganet yang menyatakan “ingin Xi terus menjabat” sebagai bentuk sindiran tingkat tinggi.

 “Rakyat sudah kehilangan kepercayaan pada komunisme dan kemampuan PKT untuk memerintah. Jadi mereka berkata: silakan lanjut, Kaisar Xi, teruskan saja. Kau bisa ubah hukum sesukamu, karena ‘negara berdasar hukum’ sudah menjadi lelucon. Kalau semua sistem dan tradisi PKT hancur oleh tanganmu sendiri, maka PKT akan lenyap dengan sendirinya. Itulah bentuk pembubaran alami,” tegasnya. 

Upaya Xi Menuju “Kekuasaan Seumur Hidup”

Beberapa tahun terakhir, berbagai media melaporkan bahwa banyak warga Tiongkok menolak ide Xi berkuasa tanpa batas waktu, karena kekuasaannya yang represif membuat harapan akan demokrasi semakin sirna. Namun tanda-tanda menunjukkan Xi memang berniat menjadi pemimpin seumur hidup.

  • Pada Kongres ke-19 (2017), Xi tidak menunjuk penerus untuk masuk ke jajaran suksesi.
  • Pada 2018, ia mengubah konstitusi, menghapus batas masa jabatan presiden, membuka jalan bagi kekuasaan tanpa batas.
  • Dan pada Kongres ke-20 (2024), Xi terpilih kembali untuk ketiga kalinya tanpa kejutan.

Namun, menurut Wang He, kekuasaan seumur hidup kini sudah tidak mungkin lagi bagi Xi. Yang menjadi perhatian sekarang adalah: apa langkah Xi pada Sidang Pleno Keempat mendatang? Apakah ia akan tetap berkuasa di Kongres ke-21, atau dipaksa turun?

Wang He menambahkan:  “Berbagai faksi dalam PKT kini sedang beradu kekuatan. Situasinya sangat rumit dan pertarungan internalnya keras. Rakyat berharap PKT saling menggigit seperti anjing berebut tulang — sama-sama hancur, supaya rakyat bisa terbebas. Inilah cerminan psikologis masyarakat sekarang: mereka berharap kejatuhan PKT segera tiba.”

Sinyal-Sinyal Kejatuhan PKT

Lai Rongwei juga mengatakan bahwa dua tahun terakhir di Tiongkok sangat tidak biasa — muncul banyak tanda-tanda aneh yang menunjukkan keruntuhan rezim PKT semakin dekat.

“Kebijakan internal sering berubah dan saling bertentangan. Selain itu, rezim meningkatkan represi dan menggunakan ‘perang kognitif’ melalui propaganda besar-besaran dan teknologi AI untuk menciptakan kesan damai. Tapi kenyataannya justru sebaliknya, dan dunia internasional sudah menyingkap kebohongan itu. Semua ini adalah sinyal jelas bahwa kekuasaan PKT sedang berada di ambang kehancuran,” katanya. 

“Teruskan Saja, Xi!”

Menariknya, Gong Xianyao, pengusaha asal Taiwan yang pernah menjabat posisi tinggi di perusahaan besar seperti Hewlett-Packard dan Cisco, baru-baru ini juga menulis di platform Threads: “Kami justru senang kalau Ketua Xi terus berkuasa. Di masa kepemimpinannya saja sudah begitu banyak jenderal yang tumbang — hal yang belum pernah terjadi sejak berdirinya partai. Jadi, lanjutkan saja… teruskan lagi dan lagi.” (Hui/asr)

INSPIRASI ERABARU

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda tentang Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

Lima Tanda di Pagi Hari yang Menunjukkan Tubuh Anda dalam Kondisi Baik

Banyak masalah kesehatan kronis tidak menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan keberadaannya. Menit-menit setelah bangun tidur dapat menjadi jendela yang memperlihatkan apa yang dilakukan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine